6 Fakta Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi Akhir 2022

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 22 Mei 2021 04:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 320 2413540 6-fakta-kereta-cepat-jakarta-bandung-beroperasi-akhir-2022-bc8WvBgkjm.jpg Kereta Cepat (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lokasi proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kawasan Industri Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi Jawa Barat pada 18 Maret 2021 lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi meninjau progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut.

Selengkapnya, berikut beberapa fakta menarik mengenai kereta cepat Jakarta-Bandung yang telah dirangkum Okezone, Sabtu (22/5/2021).

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jokowi Harap Ada Transfer Teknologi ke SDM Indonesia

1. Progres pembangunan kereta cepat 70%, 2022 sudah bisa uji coba

Jokowi menjelaskan, progres pembangunan ini sudah di atas 70%. Jokowi menargetkan pada awal tahun 2022 sudah masuk ke tahapan operasional. Kemudian akhir tahun 2022 sudah bisa diujicobakan.

“Saya melihat progres sampai hari ini tadi dilaporkan kepada saya telah selesai 73%. Dan nanti tahun depan awal sudah masuk ke persiapan untuk operasi. Dan diharapkan di akhir tahun 2022 kereta cepat Jakarta-Bandung sudah bisa diujicobakan. Dan tentu saja setelah uji coba langsung masuk ke operasional,” kata Jokowi.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Besarnya Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

2. Jokowi minta kereta cepat terintegrasi dengan LRT dan MRT Jakarta

Jokowi ingin agar kereta cepat ini nanti bisa terintegrasi dengan LRT dan MRT di Jakarta. “Sehingga ada sebuah efisiensi waktu, kecepatan. Dan kita harapkan ini menjadi sebuah daya saing, menjadi competitiveness bagi negara kita untuk bersaing dengan negara-negara lain,” tuturnya.

3. Jokowi harap ada proses transfer teknologi untuk SDM Indonesia

Jokowi juga menekankan bahwa dalam pembangunan kereta cepat tersebut ada proses transfer teknologi. Dia pun berharap agar SDM-SDM Indonesia mampu menangkap dan mengambil ilmu dari pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Dan kita harapkan nanti apabila sudah diputuskan akan diperpanjang sampai ke Surabaya, kesiapan SDM-SDM kita sudah memiliki pengalaman yang Jakarta Bandung,” pungkasnya.

4. Menkeu Sri Mulyani ungkap biaya proyek kereta cepat

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan besaran biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Proyek yang dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sebesar USD6 miliar.

"Ada 13 tunnel (terowongan) yang akan dibangun sepanjang 16.672 meter. Proyek ini diharapkan selesai akhir tahun 2022," kata Sri Mulyani dalam akun instagram di Jakarta, Selasa (18/5/2021).

5. Sri Mulyani berharap ada alih teknologi dari KCIC

Lanjut Menkeu, tim manajemen Indonesia akan melakukan alih teknologi dan manajemen proyek dan manajemen operasi Kereta Cepat tersebut. Bekerja dan sambil menguasai ilmu dan teknologi.

"Kita berharap tim manajemen KCIC memiliki profesionalisme, integritas dan kompetensi untuk dapat membangun proyek infrastruktur Kereta Cepat secara efisien, aman, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat biaya," bebernya.

6. Ini rincian teknologi kereta cepat Jakarta-Bandung

Saat ini, teknologi untuk membuat terowongan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Tunnel 1 -lokasi Halim Perdanakusuma dengan Diameter (TBM) 13,19 meter, lalu panjang (TBM) mencapai 103,5 meter dan berat mesin sebesar 2.600 Ton.

Tunnel #1 kereta cepat Jakarta-Bandung yang berlokasi di Km 5+500 Tol Jakarta-Cikampek, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi. Terowongan yang memuat dua lintasan kereta cepat tersebut memiliki panjang 1,8 kilometer dan melintas di bawah tol Jakarta-Cikampek

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini