Share

Harga Vaksin Gotong Royong Dinilai Mahal, Stafsus Erick Thohir: Kita Termurah Nomor 2 di Dunia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2021 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 320 2413664 harga-vaksin-gotong-royong-dinilai-mahal-stafsus-erick-thohir-kita-termurah-nomor-2-di-dunia-PZnGzYfgwi.jpg Vaksin Covid-19 (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat harga vaksinasi gotong royong yang ditetapkan pemerintah melalui usulan pelaku usaha masih tergolong murah. Di mana, harga vaksinasi mandiri dipatok sebesar Rp1 juta per karyawan.

Dalam skemanya, setiap karyawan mendapatkan dua kali suntikan dosis vaksin Covid-19. Dimana, satu kali suntikan dibebankan sebesar Rp500.000. Jumlah itu terbagi atas Rp375.000 satu dosis vaksin dan satu kali penyuntikan senilai Rp125.000.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut, harga vaksinasi yang dipatok pemerintah lebih murah jika dibandingkan dengan harga yang ditetapkan negara lain di dunia. Bahkan, Indonesia menduduki urutan kedua negara dengan tarif vaksinasi termurah di dunia.

Baca Juga: Tolak Vaksinasi Berbayar, KSPI Minta Vaksin Buruh Gratis

"Kalau dibilang mahal kenapa? Vaksin kita ini, Sinopharm ini nomor 2 termurah dibandingkan negara-negara lain. Harga di China satu dosis Sinopharm itu 30 dolar AS. Kita nomor dua termurah dibandingkan negara negara lain," ujar Arya dalam Webinar, Jumat (21/5/2021).

Arya menyebut, proses penetapan harga melibatkan sejumlah pihak baik dari kalangan kementerian dan lembaga (K/L) terkait hingga pihak swasta.

"Penetapan harganya itu harus memanfaatkan lembaga-lembaga seperti BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), mereka menghitung dan mereka juga melibatkan teman-teman pengusaha untuk menentukan harganya," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir menyebut, sebelum Kemenkes memfinalisasi harga per dosisi vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi mandiri, BPKP terlebih dahulu melakukan review atau tinjauan ulang.

Baca Juga: Pengakuan Dirut Bio Farma soal Harga Vaksin Gotong Royong

Proses audit dan review yang dilakukan BPKP tidak saja menyangkut harga vaksinasi gotong royong, namun juga dana pengadaan vaksin secara keseluruhan. Dalam review vaksin jadi misalnya, lembaga auditor internal negara akan melihat berapa harga impor, bea masuk, bea importasi, handling, transportasi pesawat, hingga harga sewa cold chain di pesawat untuk menjamin kualitas vaksin.

Saat pengiriman tiba di Indonesia, BPKP akan melihat berapa biaya transportasi vaksin dari bandara ke gudang Bio Farma. Serta, biaya quality control untuk pengetesan terhadap vaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini