Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029, Menko Airlangga Ungkap Bauran Strategi Nasional

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 29 September 2026 |15:39 WIB
Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029, Menko Airlangga Ungkap Bauran Strategi Nasional
Menko Airlangga (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggarisbawahi perekonomian dunia saat ini masih dilingkupi tingkat ketidakpastian yang tinggi, terutama yang bersumber dari tiga saluran risiko utama, yaitu sektor energi dan logistik, arus perdagangan dan investasi, serta dinamika pasar keuangan global.

Dalam situasi tersebut, sejumlah institusi internasional turut memperkirakan laju ekspansi ekonomi dunia berpotensi mengalami perlambatan akibat rentetan tantangan yang belum kunjung mereda.

Kondisi tersebut mempertegas bahwa penguatan fundamental di dalam negeri serta pengelolaan risiko yang terukur tetap menjadi tumpuan utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Kendati berada di bawah tekanan dinamika eksternal, performa ekonomi Indonesia terpantau tetap solid. Sepanjang semester I-2026, laju produk domestik bruto nasional tercatat tumbuh 5,45% secara tahunan (year-on-year), menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan pertumbuhan tertinggi di antara anggota G20, sementara tingkat inflasi pada Agustus 2026 terjaga di level 3,19%.

Pada indikator kesejahteraan sosial, persentase kemiskinan tercatat sebesar 8,07%, rasio Gini berada di angka 0,368, dan tingkat pengangguran bertengger di posisi 4,65%. Dari sisi penanaman modal, sebanyak 50,2% realisasi investasi semester I-2026 telah terdistribusi ke luar Pulau Jawa, menandai pemerataan aktivitas ekonomi yang kian meluas di berbagai daerah. 

Di tengah gejolak pasar global, Indonesia juga berhasil mempertahankan peringkat utang pada level BBB dengan prospek stabil dari lembaga pemeringkat internasional S&P.

“Untuk tahun 2027, kami menargetkan pertumbuhan sebesar 6,0%, inflasi 2,5%. Tiga kondisi harus terpenuhi yakni pertumbuhan investasi yang melampaui pertumbuhan PDB, produktivitas per pekerja yang lebih tinggi, dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi dengan dukungan logistik yang efisien,” jelas Airlangga dalam keterangan resmi, Selasa (29/9/2026).

Terkait jangka menengah untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029, Airlangga bilang bakal memaksimalkan bauran kebijakan terpadu. Pendekatan ini menempatkan instrumen fiskal sebagai motor penggerak, kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas moneter sekaligus menstimulasi likuiditas pembiayaan perbankan, serta sinergi entitas Danantara bersama pelaku usaha swasta dalam mengakselerasi penanaman modal.

Arah diversifikasi mesin pertumbuhan difokuskan pada sektor ekosistem kendaraan listrik, digitalisasi ekonomi, rantai pasok semikonduktor, pemanfaatan kecerdasan buatan, ketahanan pertanian, serta sektor energi.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement