Share

Holding BUMN Ultra Mikro Dinilai Ampuh Berantas Rentenir dan Pinjol Ilegal

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 320 2414693 holding-bumn-ultra-mikro-dinilai-ampuh-berantas-rentenir-dan-pinjol-ilegal-TMBMvhIAik.jpg Holding BUMN Ultra Mikro Berantas Rentenir dan Pinjol Ilegal. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Holding BUMN Ultra Mikro dinilai mampu mengatasi keberadaan rentenir dan pinjaman online ilegal yang kian marak. Produk dan layanan keuangan yang disiapkan akan terjangkau oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Menurut Ketua Umum Asosisasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun, bahwa holding ultra mikro yang beranggotakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) akan sangat membantu pelaku UMKM.

"Penggabungan (holding) ini untuk disegerakan karena ini bagus sekali. Saya berharap sekali akan banyak produk yang bisa mendisrupsi bisnis para rentenir. Saya percaya holding ini bisa buat produk itu " kata Ikhsan, Senin (24/5/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Bentuk Pansus Percepat Holding BUMN Pangan

Langkah pemerintah dalam mendorong pembentukan holding ultra mikro, menurut Ikhsan, sudah tepat untuk menciptakan layanan keuangan secara lebih terjangkau. Dengan holding, Ikhsan melihat ada integrasi yang sangat kuat sehingga mendorong efisiensi bisnis entitas holding yang nantinya ditransfer ke pelaku ultra mikro.

"Ini tentu langkah sangat bagus. Saya percaya holding ini bisa buat produk keuangan lebih terjangkau," sebutnya.

Baca Juga: Laba MIND ID Melesat Jadi Rp1,8 Triliun di 2020

Ikhsan menjelaskan pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi dengan penggunaan teknologi informasi yang lebih baik. Hal ini akan membuat perhitungan risiko di sisi internal holding menjadi lebih presisi, sehingga sebagian pelaku mikro sudah dapat memiliki rating pembiayaan lebih baik.

Sementara itu, Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam Prasodjo, integrasi ekosistem BUMN di sektor ultra mikro (holding ultra mikro) dapat menjadi salah satu wadah untuk mempercepat upaya mengatasi permasalahan pinjaman online ilegal yang cukup meresahkan tersebut.

"Pelaku industri memiliki kemampuan lebih baik dalam menanggulangi pinjaman online ilegal ini, mereka jauh lebih tanggap. Holding ultra mikro, juga rasanya memiliki semangat yang sama," sebut Imam.

Imam menjelaskan banyak pihak-pihak yang tak bertanggung jawab mencoba untuk memanfaatkan data dan informasi keuangan masyarakat secara serampangan.

Pemerintah dan otoritas harusnya mampu membuat sebuah sistem yang lebih terintegrasi sehingga dapat menanggulangi masalah lebih cepat.

"Bagaiamana pun masyarakat harus memiliki tempat untuk dapat bertanya 24 jam," imbuh Imam Prasodjo.

Seperti diketahui, saat ini masih ada sekitar 30 juta pelaku UMKM yang belum terlayani lembaga keuangan formal. Sebanyak 5 juta di antaranya masih mengandalkan layanan para lintah darat atau rentenir untuk memenuhi kebutuhannya.

Pelaku UMKM dan usaha ultra mikro yang belum tersentuh lembaga keuangan formal ini harus menanggung beban berat selama ini, karena kerap mendapat pinjaman berbiaya tinggi hingga 100-150 persen per tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini