Jual Listrik Raup Rp274,9 Triliun, PLN Kantongi Laba Rp5,9 Triliun pada 2020

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 21:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 320 2414919 jual-listrik-raup-rp274-9-triliun-pln-kantongi-laba-rp5-9-triliun-pada-2020-K8pMozeVFk.jpg Listrik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT PLN (Persero) meraup laba bersih Rp5,9 triliun pada 2020. Laba bersih ini naik Rp1,6 triliun atau 38,6% jika dibandingkan laba 2019 yang mencapai Rp4,32 triliun.

"Kinerja keuangan PLN meningkat signifikan di tengah masa pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Laba bersih tahun 2020 naik 38,6% dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Laba bersih PLN tahun 2020 tersebut dapat bertambah sebesar Rp13,6 triliun apabila tidak mempertimbangkan pencatatan unrealised loss selisih kurs sebesar Rp7,7 triliun, serta tambahan pengakuan pendapatan dari penyambungan pelanggan sebesar Rp5,9 triliun, jika pencatatannya dilakukan sama seperti tahun 2019 yang belum menerapkan PSAK 72.

Baca Juga: ESDM: RUU EBT Percepat Energi Terbarukan hingga Selamatkan PLN 

PLN menyatakan, program transformasi yang digelar pada tahun lalu telah memperkuat daya tahan PLN di situasi pandemi dan mendorong kinerja keuangannya. Bahkan, sebagian besar bisnis tengah menghadapi pandemi yang juga menyebabkan perekonomian nasional menurun, PLN membukukan pendapatan usaha sebesar Rp345,4 triliun.

Dari jumlah tersebut, pendapatan penjualan tenaga listrik mencapai Rp274,9 triliun, termasuk di dalamnya subsidi stimulus Covid-19 sebesar Rp13,8 triliun. Selain itu terdapat pendapatan subsidi sebesar Rp48,0 triliun yang menjangkau 37 juta pelanggan dan kompensasi Rp17,9 triliun untuk 42 juta pelanggan.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi PLN, yang berfokus pada peningkatan pendapatan dan menurunkan biaya pokok penyediaan, serta peningkatan layanan. Korporasi beralih dari strategi supply driven ke demand driven, inovasi-inovasi menciptakan kebutuhan dari pelanggan baru dan eksisting, dan digitalisasi untuk menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Listrik,” katanya.

Di sisi lain, sepanjang 2020, PLN juga menurunkan beban usaha. Semula beban usaha sebesar Rp315,4 triliun di 2019, menjadi sebesar Rp301,0 triliun pada 2020. Artinya, ada pengurangan sebesar Rp14,4 triliun pada beban usahanya.

Dalam upaya meningkatkan pendapatan dan pelayanan kepada pelanggan, PLN juga mengembangkan lini usaha di luar kelistrikan dan melakukan optimalisasi aset PLN antara lain membangun layanan internet dan infrastruktur kendaraan listrik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini