Progres LRT Jabodebek Capai 84,47%, Kapan Beroperasinya?

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 320 2415440 progres-lrt-jabodebek-capai-84-47-kapan-beroperasinya-tyEdpgGhYg.jpg Progres LRT Jabodebek (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus mengerjakan berbagai proyek besar yang dimiliki Perseroan. Beberapa proyek tersebut diantaranya yaitu LRT Jabodebek Tahap I dan Tol Sigli-Banda Aceh.

"Sampai dengan 30 April 2021 progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 84,47%," ujar Corporate Secretary Adhi Karya, Farid Budiyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (25/5/2021).

Adapun rincian progres pada setiap lintas pelayanannya sebagai berikut:

• Lintas Pelayanan 1 Cawang – Cibubur : 93,77%

• Lintas Pelayanan 2 Cawang – Kuningan – Dukuh Atas : 84,02%

• Lintas Pelayanan 3 Cawang – Bekasi Timur : 90,81%

• Depo : 42,74%

Baca Juga: Rampung Agustus, LRT Jabodebek Baru Bisa Beroperasi 2022

Sementara itu, Tol Sigli-Banda Aceh hingga 5 Mei 202 progress pelaksanaan pembangunannya secara keseluruhan telah mencapai 71,018% dengan rincian sebagai berikut:

• Seksi 1 Ruas Padang Tiji-Seulimeum (± 25 km) : 8,52%

• Seksi 2 Ruas Seulimeum-Jantho (± 6 km) : 79,80%

• Seksi 3 Ruas Jantho-Indrapuri (± 16 km) : 100% (operasional)

• Seksi 4 Ruas Indrapuri-Blang Bintang (± 14 km) : 100% (operasional)

• Seksi 5 Ruas Blang Bintang-Kuta Baro (± 8 km) : 2,79%

• Seksi 6 Ruas Kuta Baro-Baitussalam (± 5,2 km) : 70,65%

Selain itu, hingga bulan April 2020, ADHI mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp3,6 triliun (di luar pajak). Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada April 2021, meliputi lini bisnis Konstruksi & Energi sebesar 89%, Properti sebesar 10% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Baca Juga: Simak 7 Fakta Tol Pertama di Aceh, Ada Harapan Ekonomi

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 29%, jalan dan jembatan sebesar 29%, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalan kereta api, dan proyek-proyek EPC sebesar 42%.

"Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari Pemerintah sebesar 70%, BUMN sebesar 22%, sementara Swasta/Lainnya sebesar 8%," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini