Belanja APBN hingga Serapan PEN Rp699 Triliun Berjalan Lambat, Jokowi: Ini Ada Apa?

Antara, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 320 2416158 belanja-apbn-hingga-serapan-pen-rp699-triliun-berjalan-lambat-jokowi-ini-ada-apa-ErGjHlWfU2.jpg Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan anggaran belanja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tahun ini sebesar Rp699 triliun harus cepat direalisasikan dan juga tepat sasaran.

“Karena kita harus kejar-kejaran, dan tepat sasaran agar ekonomi kita bisa bangkit kembali,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021 dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Jokowi Kesal Belanja APBN Masih Rendah, Gimana Mau Ekonomi Tumbuh 7% 

Presiden Jokowi menyebutkan realisasi belanja PEN berjalan lambat. Hingga saat ini, dana PEN baru tercairkan sebesar 24,6% dari total pagu anggaran di APBN 2021.

“Serapan belanja PEN, pemulihan ekonomi nasional, juga masih rendah baru 24,6%. Sekali lagi, kecepatan tapi juga ketepatan sasaran,” ujar dia.

Baca Juga: Realisasi Anggaran PEN 2021 Capai Rp134 Triliun, Ini Rinciannya 

Tahun 2021, kata Presiden, adalah tahun percepatan pemulihan ekonomi nasional. Maka itu, perlu ada kecepatan realisasi belanja anggaran, namun tidak melupakan ketepatan, efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.

Kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), Kepala Negara mengingatkan di kuartal II 2021, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 7% setelah empat kuartal terakhir selalu berada di level negatif.

Oleh karena itu, BPKP dan APIP perlu membantu pengawasan percepatan belanja anggaran pemerintah baik di tataran pusat maupun daerah.

“Saya minta BPKP, dan seluruh aparat pengawas intern pemerintah melihat betul, mencari penyebab lambatnya realisasi belanja anggaran ini. Ini ada apa? memberikan solusi, menawarkan jalan keluar untuk mengatasi masalah ini, ini tugas dalam mengawal belanja tadi lalu mengawal agar kementerian/lembaga dan pemda bisa merealisasikan belanjanya dengan cepat dan akuntabel,” kata Presiden Jokowi.

Pemulihan ekonomi di kuartal II 2021 menjadi kian penting, kata Presiden, karena akan menentukan momentum pemulihan setelah tekanan dampak pandemi COVID-19. Di tahun 2021 secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 4-5% atau berbalik dari -2,07% di 2020.

“Target secara tahunan (year on year) untuk pertumbuhan ekonomi kita adalah 4,5%-5,5%. Kalau ini (kuartal II) tidak ketemu angka 7%, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 2021 juga bisa jadi tidak tercapai,” ujar Presiden Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini