Jokowi Kesal Belanja APBN Masih Rendah, Gimana Mau Ekonomi Tumbuh 7%

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 320 2416152 jokowi-kesal-belanja-apbn-masih-rendah-gimana-mau-ekonomi-tumbuh-7-Oervc9SUjL.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengawal percepatan belanja pemerintah. Hal ini karena masih rendahnya belanja pemerintah pusat dan daerah di tahun ini.

“Dan supaya kita tahu semuanya realisasi belanja pemerintah masih rendah. Sekitar kurang lebih 15% ini untuk APBN. Dan 7% untuk APBD. Masih rendah. Serapan belanja PEN, pemulihan ekonomi nasional juga masih rendah baru 24,6%,” katanya saat peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional pengawasan intern pemerintah tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Defisit APBN 2021 Tembus Rp323 Triliun hingga Maret

Selain realisasi belanja, Jokowi mengungkapkan bahwa realisasi pengadaan barang dan jasa juga masih rendah

“Pada kuartal pertama realisasi pengadaan barang dan jasa dari kementerian dan lembaga baru sekitar 10,98%, 10,98%. Kemudian pengadaan barang dan jasa untuk Pemda masih kurang dari 5%. Ini yang harus diikuti dan dikawal, dibantu,” ungkapnya.

Baca Juga: Realisasi Anggaran PEN 2021 Capai Rp134 Triliun, Ini Rinciannya

Dia meminta agar BPKP dan seluruh aparat pengawas intern pemerintah mencari tahu apa yang menjadi penyebab lambannya realisassi belanja dan pengadaan barang/jasa.

“Melihat betul, mencari penyebab lambatnya realisasi belanja ini. Ini ada apa? Memberikan solusi, carikan solusianya. Menawarkan jalan keluar untuk mengatasi masalah ini. Ini tugas dalam mengawal belanja tadi. Lalu mengawal agar kementerian/lembaga dan pemda agar bisa merealisasikan belanjanya dengan cepat dan akuntabel,” pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini