7 Fakta Garuda Indonesia Terancam Bangkrut, Nomor 5 Opsi Likuidasi

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 29 Mei 2021 04:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 320 2416587 7-fakta-garuda-indonesia-terancam-bangkrut-nomor-5-opsi-likuidasi-KRIvL6U7Wt.jpg Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk mengalami guncangan karena situasi pandemi Covid-19 membuat penumpang pesawat menurun drastis. Hal ini pun berdampak pada kondisi keuangan perusahaan tersebut.

Sehingga perusahaan harus melakukan langkah penyesuaian aspek supply dan demand di tengah penurunan kinerja operasi imbas penurunan trafik penerbangan yang terjadi secara signifikan, salah satunya adalah menawarkan pensiun dini kepada para karyawannya.

Selengkapnya, simak beberapa fakta yang telah dirangkum Okezone, Sabtu (29/5/2021).

1. Tawarkan pensiun dini, ini alasan Dirut Garuda

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan alasan Garuda Indonesia menawarkan program pensiun dini kepada karyawannya. Menurutnya, di tengah situasi pandemi yang masih terus berlangsung, mengharuskan perusahaan melakukan langkah penyesuaian aspek supply dan demand di tengah penurunan kinerja operasi imbas penurunan trafik penerbangan yang terjadi secara signifikan.

Baca Juga: Jurus Erick Thohir Selamatkan Garuda Indonesia dari Kebangkrutan

"Perlu kiranya kami sampaikan bahwa program pensiun dipercepat ini ditawarkan secara sukarela terhadap karyawan yang telah memenuhi kriteria," ujar Irfan dalam keterangannya, Jumat (21/5/2021).

2. Pendapatan Garuda turun 68% dan rugi Rp15 triliun

Emiten dengan kode GIAA itu terakhir kali menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2021 yang berakhir September. Sepanjang Januari-September 2021, perseroan membukukan pendapatan usaha USD1,14 miliar atau setara Rp16 triliun turun 68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD3,54 miliar dolar AS.

Penurunan pendapatan terjadi pada penumpang dan kargo. Pendapatan dari penumpang turun 71% menjadi USD736 juta dan kargo turun 26% menjadi USD180 juta. Pendapatan Garuda dari penerbangan charter naik hampir 4 kali lipat menjadi USD47 juta. Sementara dari haji turun 100% alias 0 dari sebelumnya USD294 juta.

Baca Juga: BPKP Review 4 Opsi Penyelamatan Garuda yang Disiapkan Erick Thohir

Garuda mencatatkan rugi bersih USD1,07 miliar atau Rp15 triliun. Padahal pada periode yang sama 2019, perseroan membukukan laba bersih USD122 juta.

3. Saham Garuda melonjak turun, akibat kondisi keuangan

Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tertekan pada perdagangan Selasa (25/5/2021). Saham Garuda anjlok 18 poin atau 6,12% ke level Rp276 per lembar saham.

Pada perdagangan Senin, 24 Mei 2021, saham Garuda ditutup di level Rp294 atau melemah 22,00 poin atau 6,96% dari sebelumnya Rp316. Sementara posisi yang lebih lemah ada di level 290,00 pada 29 Januari 2020 lalu. Sepanjang tahun 2021 ini, saham GIAA merosot 21,39%

4. 4 Jurus Erick Thohir selamatkan Garuda, melalui benchmarking

Menteri BUMN Erick Thohir menyiapkan empat opsi untuk selamatkan PT Garuda Indonesia (Persero). Dari keempat opsi, dua di antaranya, restrukturisasi kinerja keuangan atau melikuidasi maskapai penerbangan pelat merah.

Dari dokumen yang diperoleh MNC Portal Indonesia, keempat opsi tersebut ditetapkan usai pemerintah melakukan penolokukuran (benchmarking).

"Berdasarkan hasil benchmarking dengan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah negara lain, terdapat empat opsi yang dapat diambil untuk Garuda saat ini," tulis dokumen Kementerian BUMN yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (27/5/2021).

5. Berikut empat opsi yang akan dilakukan pemerintah

1. Pemerintah terus mendukung kinerja Garuda melalui pinjaman ekuitas. Meski begitu, salam catatan pemegang saham, pemerintah berpotensi meninggalkan maskapai penerbangan pelat merah itu dengan hutang warisan yang besar.

2. Menggunakan legal bankruptcy untuk merestrukturisasi kewajiban Garuda. Seperti, utang, sewa, dan kontrak kerja. Dalam catatan pemerintah, opsi ini masih mempertimbangkan Undang-Undang (UU) kepailitan.

3. Garuda dibiarkan melakukan restrukturisasi. Di saat bersamaan, mulai mendirikan perusahaan maskapai penerbangan domestik baru yang akan mengambil alih sebagian besar rute domestik Garuda. Bahkan, menjadi national carrier di pasar domestik.

4. Garuda akan dilikuidasi. Dalam opsi ini, pemerintah akan mendorong sektor swasta untuk meningkatkan layanan udara. Misalnya dengan pajak bandar udara (bandara) atau subsidi rute yang lebih rendah.

Jika, opsi terakhir menjadi pilihan pemerintah, maka Indonesia secara resmi tidak lagi memiliki national flag carrier.

6. Pemerintah akui akan utamakan tahapan restrukturisasi

Kementerian BUMN masih mengutamakan restrukturisasi untuk menyelamatkan PT Garuda Indonesia (Persero) dari beban utang dan kinerja yang memburuk. Restrukturisasi masih menjadi pilihan dari empat opsi yang sudah dirumuskan pemegang saham.

"Saat ini kita lagi usahakan restrukturisasi," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (27/5/2021).

7. BPKP sedang lakukan review terhadap empat opsi tersebut

Deputi Akuntan Negara BPKP, Sally Salamah menyebut, BPKP sudah berkoordinasi dengan pihak Kementerian BUMN dan Garuda Indonesia untuk melakukan review terhadap empat opsi yang disodorkan pemegang saham. Lembaga auditor internal negara memang masuk dalam tim restrukturisasi maskapai penerbangan pelat merah itu.

"Kemarin kami mendiskusikan dengan Pak Direktur Keuangan Garuda, memang sangat berdarah-darah, jadi dia memiliki empat opsi, ini kita lakukan review dan evaluasinya. Apakah opsi-opsi tersebut akuntabel atau tidak. Itu sebetulnya langkah-langkah yang akan kami lakukan," ujar Sally saat dikonfirmasi, Kamis (27/5/2021)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini