Keuangan Garuda Indonesia Berdarah-darah, Muncul Opsi Likuidasi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 320 2416640 keuangan-garuda-indonesia-berdarah-darah-muncul-opsi-likuidasi-RGTzQMKWPP.jpg Garuda (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, mengakui cash flow perusahaan tengah terkontraksi. Akan tetapi, ada sejumlah langkah strategi yang tengah dilakukan emiten pelat merah tersebut.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Garuda Indonesia memaparkan langkah-langkah strategis untuk menekan kinerja keuangan yang kian memburuk.

"Ada strategi-strategi yang akan dilakukan perseroan dalam jangka waktu dekat dengan mempertimbangkan kondisi perseroan saat ini," tulis dokumen yang diperoleh, Jumat (28/5/2021).

Adapun langkah penyelamatan jangka pendek yang dilakukan manajemen adalah mengoptimalisasi pengelolaan sejumlah lini bisnis potensial untuk mendukung peningkatan pendapatan usaha. Skema tersebut dioperasionalkan melalui sejumlah inisiatif. Seperti, memaksimalkan kerja sama dengan mitra usaha guna mendorong peningkatan pendapatan. Meluncurkan program promosional berupa Garuda Eco Lite, Garuda Online, Travel Fair dan Thank God Its Friday serta berbagai program promosi lainnya.

Baca Juga: Garuda Indonesia Buka-bukaan ke BEI soal Pensiun Dini Karyawan

Kemudian, pembukaan penerbangan langsung, khusus kargo guna mendukung daya saing komoditas ekspor nasional dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengoperasian pesawat passenger freighter.

Selanjutnya, emiten mengoptimalisasi pelayanan charter cargo hingga pengembangan layanan pengiriman barang Kirim Aja berbasis aplikasi digital. Sejalan dengan optimalisasi bisnis cargo, perusahaan juga berencana untuk memperbesar porsi pendapatan usaha dari lini bisnis cargo hingga 40 persen dari sebelumnya 10 hingga 15 persen.

Dari sisi biaya, manajemen tengah dan terus melakukan upaya renegosiasi dengan lessor serta menjalankan langkah strategis berupa restrukturisasi kewajiban usaha serta berbagai inisiatif strategis lainnya. Emiten juga melakukan upaya penyelarasan supply and demand yang salah satunya dilakukan aspek pengelolaan SDM melalui program pensiun dini yang ditawarkan secara sukarela kepada karyawan.

Baca Juga: BPKP Review 4 Opsi Penyelamatan Garuda yang Disiapkan Erick Thohir

Disamping itu, manajemen melakukan komunikasi intensif dengan stakeholder terkait guna memastikan upaya percepatan pemulihan kinerja Perseroan berjalan maksimal.

Di sisi pemegang saham, pemerintah telah menetapkan empat opsi bagi Garuda Indonesia. Dari keempat opsi tersebut, dua diantaranya adalah restrukturisasi kinerja keuangan atau melikuidasi maskapai penerbangan pelat merah tersebut.

Dari dokumen yang diperoleh MNC Portal Indonesia, keempat opsi tersebut ditetapkan usai pemerintah melakukan penolokukuran (benchmarking). "Berdasarkan hasil benchmarking dengan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah negara lain, terdapat empat opsi yang dapat diambil untuk Garuda saat ini," tulis dokumen Kementerian BUMN yang diterima MNC Portal Indonesia.

Adapun keempat opsi tersebut, pertama, pemerintah terus mendukung kinerja Garuda melalui pinjaman ekuitas. Meski begitu, salam catatan pemegang saham, pemerintah berpotensi meninggalkan maskapai penerbangan pelat merah itu dengan hutang warisan yang besar. Kondisi ini membuat perseroan menghadapi tantangan di masa mendatang.

Opsi ini merujuk pada praktik restrukturisasi pemerintah Singapura terhadap salah satu penerbangan nasional negara setempat yakni, Singapore Airlines.

Kedua, menggunakan legal bankruptcy untuk merestrukturisasi kewajiban Garuda. Seperti, utang, sewa, dan kontrak kerja. Dalam catatan pemerintah, opsi ini masih mempertimbangkan Undang-Undang (UU) kepailitan. Apakah regulasi memperbolehkan adanya restrukturisasi. Opsi ini merujuk pada penyelamatan Latam Airlines milik Malaysia.

Ketiga, Garuda dibiarkan melakukan restrukturisasi. Disaat bersamaan, mulai mendirikan perusahaan maskapai penerbangan domestik baru yang akan mengambil alih sebagian besar rute domestik Garuda. Bahkan, menjadi national carrier di pasar domestik. "(Catatannya) untuk dieksplorasi lebih lanjut sebagai opsi tambahan agar Indonesia tetap memiliki national flag carrier," tulis dokumen tersebut.

Opsi selanjutnya, Garuda akan dilikuidasi. Dalam opsi ini, pemerintah akan mendorong sektor swasta untuk meningkatkan layanan udara. Misalnya dengan pajak bandar udara (bandara) atau subsidi rute yang lebih rendah. Jika, opsi terakhir menjadi pilihan pemerintah, maka Indonesia secara resmi tidak lagi memiliki national flag carrier.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini