Share

Bandung Barat Longsor, Terowongan Kereta Cepat Jakarta Bandung Roboh?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 320 2419510 bandung-barat-longsor-terowongan-kereta-cepat-jakarta-bandung-roboh-HBW0pmWAOd.jpg Kereta Cepat (Foto: Reuters)

JAKARTA - Wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dilanda bencana longsor. Hal ini terjadi menyusul hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak selasa lalu.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya mengatakan kejadian longsor tersebut tidak membuat jalan raya Padalarang-Purwakarta terputus. Hal ini juga sekaligus membantah kabar tentang adanya terowongan proyek kereta cepat Jakarta Bandung yang rubuh dan menutupi jalan.

Baca Juga: Tol Jakarta-Cikampek Akan Buka Tutup Imbas Proyek Kereta Cepat, Catat Tanggalnya

Menurut Mirza, bagian yang amblas adalah lajur pengalihan (detour) pada jalan yang tidak dipergunakan untuk lalu lintas. Sehingga tidak menganggu lalu lintas jalan.

“KCIC melakukan antisipasi dan penanganan longsoran di jalan yang digunakan sebagai jalur pengalihan (detour) jalan nasional di sekitar Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: 6 Fakta Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi Akhir 2022

Menurut Mirza, kejadian ini juga tidak mengganggu proses pekerjaan konstruksi terowongan Tunnel 8 KCJB. Sebab, antisipasi dan mitigasi dalam setiap langkah pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung selalu dilakukan lakukan.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi serta pelibatan para ahli. Sehingga, dampak pembangunan bisa diminimalisasi dan pembangunan bisa berjalan dengan baik.

“Tim di lapangan juga melakukan penataan drainase yang baik mengingat lokasi tersebut berada pada tikungan jalan dengan super elevasi miring dan juga jalan menurun yang tujuannya menjauhkan aliran air dari badan terowongan,” jelasnya.

Mirza juga menjelaskan jika kondisi proye juga sudah ditinjau oleh Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Khusus Pengendalian Perizinan dan Pengawasan Kegiatan terhadap Pemanfaatan Bagian-Bagian Jalan Tol, Hadrianus Bambang Nurhadi Widihartono. Di mana tinjauan dilakukan bersama dengan Komisi Keselamatan Konstruksi dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan pada hari Rabu lalu.

Dikatakan Bambang saat ini sudah dilakukan perbaikan dengan pengecoran dan pengisian serta penguatan struktur tanah (grouting) agar tidak kembali terjadi amblasan. Selama proses ini, lajur lalu lintas ditutup satu lajur sampai selesainya pekerjaan grouting.

“Setelah proses grouting selesai, maka jalur lalu lintas akan dikembalikan ke dua lajur sesuai kapasitas semula,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini