Jurus Wapres Jadikan Indonesia Pengeskpor Produk Halal Terbesar Dunia

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 320 2419601 jurus-wapres-jadikan-indonesia-pengeskpor-produk-halal-terbesar-dunia-jE1fur1kKm.jpg Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com/Setwapres)

JAKARTA - Pemerintah berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai pengekspor terbesar produk halal di dunia. Namun, saat ini, Indonesia masih berada di posisi ke lima di bawah negara-negara seperti Arab Saudi hingga Malaysia.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, ada beberapa langkah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara pengemspor produk halal global. Pergama adalah dengan mengembangkan riset halala dan meningkatkan subtitusi impor.

Kemudian langkah kedua adalah mambangun kawasan-kawasan halal yang terintegrasi dengan fasilitas logistik halal. Selanjutnya yang ketiga adalah dengan membangun sistem informasi halal termasuk mempercepat proses penyelesaian sertifikat halal.

Baca Juga: Jadikan Industri Halal RI Terbesar Dunia, Kemenperin Bisa Apa?

“Keempat, dengan meningkatkan kontribusi produsen-produsen produk halal, baik skala mikro, menengah, dan besar untuk ekspor produk halal ke seluruh dunia atau Global Halal Value Chain,” ujarnya dalam acara Indonesia Industrial Moslem Exhibition secara virtual, Kamis (3/6/2021).

Wapres menjelaskan, Indonesia sendiri telah menetapkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yang memiliki 4 strategi utama. Keempatnya yaitu, pertama penguatan rantai nilai halal yang terdiri atas industri makanan dan minuman halal, industri pariwisata halal, industry fesyen muslim, industri media dan rekreasi halal, industry farmasi dan kosmetika halal dan industri energi terbarukan.

Baca Juga: Wapres Ingin RI Jadi Produsen dan Eksportir Produk Halal Dunia

Kemudian yang kedua adalah penguatan sektor keuangan syariah. Selanjutnya adalah penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, dan terakhir adalah pemanfaatan dan penguatan ekonomi digital.

“Melihat berbagai potensi yang kita miliki, ditambah dukungan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, saya optimis Indonesia mampu menjadi produsen produk halal terbesar di dunia dalam waktu mendatang,” jelas Wapres

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pihaknya menginisiasi penyelenggaraan ii-Motion secara virtual pada 3-5 Juni 2021 dengan tujuan untuk membuka dan memperluas jangkauan pemasaran produk muslim Indonesia.

Selain itu, mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) produk muslim, memperkuat citra Indonesia sebagai pemain penting dalam industri halal dunia, serta mendukung upaya Indonesia untuk menjadi produsen produk halal terbesar di dunia.

“Kesempatan pelaku IKM Indonesia untuk masuk pasar dunia sangat besar, sayang apabila kita tidak menggunakan potensi ini. Maka itu, kami fasilitasi dengan pameran ii-Motion agar produk Indonesia bisa menembus ekspor,” paparnya.

Menperin menambahkan, rangkaian kegiatan ii-Motion 2021 dengan tema “Indonesian Halal Industry Today” terdiri dari pameran secara virtual, webinar dan talkshow dengan berbagai pembahasan, demo make up dan hijab, demo barista, serta demo masak.

Pameran virtual dalam kegiatan ii-Motion 2021 diikuti sebanyak 142 peserta yang berasal dari kelompok komoditas makanan dan minuman, fesyen, sepatu, tas, perhiasan, kosmetik serta peralatan rumah tangga. Selain itu, terdapat satu booth Program Santripreneur, dua Klinik Konsultasi dan Fasilitasi bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta empat booth Penghargaan IKM.

Selanjutnya, booth Penghargaan IKM diisi oleh berbagai program dan penghargaan yang diselenggarakan Kemenperin dengan target pelaku IKM, yaitu: Indonesia Food Innovation (IFI), Modest Fashion Project (MOFP), Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA), dan Indonesia Good Design Selection (IGDS). “Di antara peserta, terdapat empat booth icon yang diisi oleh desainer ternama tanah air, yaitu Ivan Gunawan, Jenahara, Ida Royani, dan Irfan Hakim,” sebut Menperin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini