Restrukturisasi Gagal, Garuda Indonesia Menuju Bangkrut

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 320 2419651 restrukturisasi-gagal-garuda-indonesia-menuju-bangkrut-VcB5ucrADu.png Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - Kementerian BUMN mengakui bahwa PT Garuda Indonesia tengah kesulitan keuangan bahkan berpotensi gulung tikar atau bangkrut.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut, kegagalan restrukturisasi keuangan Garuda Indonesia terjadi bila kreditur dan lessor Gatuda Indonesia tidak menyetujui skema yang ditawarkan pemegang saham mayoritas.

“Memang ada resiko kalau proses restrukturisasi ini kemudian kreditor tidak menyetujui atau akhirnya banyak tuntutan-tuntutan legal terhadap Garuda Indonesia bisa terjadi tidak mencapai kuorum dan akhirnya bisa jadi menuju kebangkrutan. Ini yang kita hindari,” ujar Tiko sapaan akrab Kartika dalam Rapat Kerja bersama DPR, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: Kacau! Garuda Indonesia Rugi Rp1,4 Triliun Tiap Bulan

Kementerian BUMN mencatat, upaya restrukturisasi setidaknya membutuhkan waktu selama 270 hari dengan proses hukum yang panjang dan melelahkan. Selain itu, prosesnya juga akan dilakukan lembaga keuangan global. Lantaran, kreditur Garuda berasal dari investor dan perbankan global.

“Apabila Garuda bisa melakukan restrukturisasi secara massal dengan seluruh lessor dan pemegang sukuk serta melakukan cost reduction, harapannya cost itu menurun 50 persen atau lebih, Garuda bisa survive pasca restrukturisasi,” ujar Kartika.

Baca Juga: Di Ambang Kebangkrutan, Dirut Garuda Indonesia Minta Maaf

Dalam proses restrukturisasi, pemerintah tengah menunjuk konsultan hukum dan konsultan keuangan dalam waktu dekat ini. Sembari menunggu proses restrukturisasi, pemegang saham terus menjaga arus keuangan perusahaan.

Bahkan, penundaan penerbangan pun akan dilakukan untuk rute-rute yang kurang produktif dan mendatangkan untung bagi perseroan.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra menyampaikan permohonan maaf kepada awak media perihal sikapnya yang terkesan tertutup saat dimintai keterangan mengenai kondisi keuangan Garuda yang kian memburuk.

"Saya secara pribadi turut menyampaikan permohonan maaf dari lubuk hati saya jika dalam situasi yang menantang seperti saat ini, saya belum dapat membalas maupun menjawab secara satu persatu, pertanyaan dan konfirmasi yang rekan-rekan media sampaikan. Saya menyadari pentingnya rekan-rekan memperoleh balasan dari saya, sebagaimana yang selama ini saya lakukan," ujar Irfan kepada wartawan.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Garuda Indonesia.

"Saya menyadari pentingnya rekan-rekan memperoleh balasan dari saya, sebagaimana yang selama ini saya lakukan," kata dia.

Dia menegaskan, manajemen Garuda Indonesia berkomitmen penuh untuk selalu memprioritaskan transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa sebagai mitra strategis perusahaan.

Irfan percaya, dukungan media bagi Garuda Indonesia memiliki peranan penting melalui penyampaian pemberitaan yang bijak, berimbang dan komprehensif terhadap kondisi yang tengah dihadapi perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini