Proyek Kereta Api Makassar-Parepare Dapat Pinjaman Rp693,8 Miliar

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 320 2419754 proyek-kereta-api-makassar-parepare-dapat-pinjaman-rp693-8-miliar-RxiWfNfbVr.jpg Jalur Kereta. (Foto: Okezonecom/LEN)

JAKARTA - Proyek Jalur Kereta Api Makassar–Parepare mendapat fasilitas pinjaman sindikasi dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Pemberian bantuan dituangkan dalam perjanjian fasilitas dengan PT Celebes Railway Indonesia (CRI), selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP).

Rel kereta api Makassar – Parepare sepanjang 142 km ini merupakan inisiasi pemerintah dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Merupakan bagian dari jaringan Kereta Api Nasional Trans-Sulawesi, proyek ini diharapkan dapat mendukung peningkatan dan distribusi pertumbuhan ekonomi nasional di Sulawesi.

Proyek ini mendapatkan jaminan pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). Selain itu, kesepakatan ini juga merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan pada grup PTPP.

Baca Juga: Menko PMK Tes Covid-19 Pakai GeNose di Stasiun Gambir, Hasilnya?

Sebelumnya, IIF telah memberikan fasilitas pinjaman kepada salah satu grup PTPP, yakni PT PP Krakatau Tirta yang bergerak di bidang sistem penyediaan air minum. IIF akan memberikan nilai tambah pada proyek melalui penerapan aspek sosial dan lingkungan. IIF menunjukkan kemampuannya dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip sosial dan lingkungan dengan kerja sama dalam sindikasi Pembiayaan Proyek Perkeretaapian.

“Kereta Api merupakan salah satu angkutan massal untuk melayani kebutuhan masyarakat akan transportasi umum karena kemampuannya mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah banyak dengan waktu tempuh yang relatif singkat tanpa ada hambatan di sepanjang jalur rel. Moda seperti ini saat ini sangat diperlukan dalam mendukung mobilisasi masyarakat dan arus barang. Mengemban mandat sebagai katalisator dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan, IIF senantiasa mendukung untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia" ujar Presiden Direktur IIF PT Indonesia Infrastructure Finance Reynaldi Hermansjah, Kamis (3/6/2021).

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) memberikan pembiayaan sindikasi dengan total pembiayaan investasi mencapai Rp693,83 miliar pada Proyek Kereta Api Makassar-Parepare mendapat.

Baca Juga: Penumpang Bisa Tes Genose di 63 Stasiun Jawa dan Sumatera, Tarifnya Rp30 Ribu

Dari keseluruhan nilai investasi itu, porsi BSI mencapai Rp218,34 miliar. Selain BSI, pembiayaan sindikasi melalui pinjaman berjangka senior dan pembiayaan musyarakah mutanaqisah (MMq) tersebut juga dikucurkan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Pembiayaan ini akan digunakan PT Celebes Railway Indonesia untuk pembangunan jalur Kereta Api Makassar–Parepare beserta infrastruktur pendukungnya. Panjang jalur kereta api mencapai 144 kilometer (km) yang terbagi menjadi beberapa seksi dan 16 stasiun.

 Proyek KPBU Makassar Parepare merupakan proyek KPBU pertama bagi Kementerian Perhubungan yang menggunakan skema availibility payment (AP), dan menggunakan system Syariah. Dalam sindikasi ini, BSI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA), agen escrow dan agen jaminan. Sindikasi tersebut dihelat dalam acara Penandatangan Perjanjian Fasilitas Sindikasi Pinjaman Berjangka Senior dan Pembiayaan musyarakah mutanaqisah (MMq) bertempat di The Ritz Carlton Ballroom, SCBD, Jakarta, Kamis (3/6).

Direktur Utama BSI Hery Gunardi, mengatakan sindikasi ini merupakan bentuk partisipasi nyata pihaknya membangun peradaban dan perekonomian bangsa melalui pengembangan infrastruktur yang menghubungkan antar wilayah.

“BSI siap mengemban amanah ini untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan selalu berkomitmen akan mendukung pengembangan infrastruktur untuk mendorong roda ekonomi Tanah Air. Kepercayaan memimpin sindikasi pembiayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi BSI, karena dilakukan dengan sistem Syariah,” kata Hery di Jakarta, Kamis (3/6/2021)

Dengan kerja sama ini, BSI berharap dapat turut berkontribusi secara optimal dalam pembangunan jalur kereta api Makassar–Parepare beserta infrastruktur pendukungnya. Pada sindikasi ini, akad yang digunakan adalah musyarakah mutanaqisah yaitu akad kerjasama antara dua pihak dalam kepemilikan aset dimana porsi kepemilikan salah satu pihak berkurang disebabkan adanya pembelian secara bertahap oleh pihak lainnya (hishshah).

Direktur Wholesale & Transaction Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Kusman Yandi menambahkan, pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi BSI dalam meningkatkan pembiayaan wholesale. "Hingga kuartal I/2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan wholesale hingga Rp46,97 triliun," ujar Kusman.

 Pada akhir 2021 BSI menargetkan pertumbuhan pembiayaan wholesale sekitar 5% secara year on year (yoy). Hal ini ditopang oleh proyeksi pertumbuhan bisnis sindikasi pada 2021 sebesar 12,6% secara yoy. Pada semester II 2021, BSI akan fokus pada beberapa sektor industri seperti infrastruktur, energi, agribisnis dan telekomunikasi terutama proyek-proyek KPBU sebagai wujud dukungan kepada program pemerintah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini