Banyak Bahan Baku Industri Halal Impor, Gimana Nih Pak Wapres?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 320 2419756 banyak-bahan-baku-industri-halal-impor-gimana-nih-pak-wapres-tiqCPQyCT5.jpg Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone.com/Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyinggung masalah bahan baku industri halal. Di mana masih cukup banyak bahan baku industri halal yang berasal dari luar negeri.

Wapres menilai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) punya peranan penting dalam pengembangan ekonomi syariah. Wapres berharap adanya keterlibatan riset dari BRIN, bisa mewujudkan kemandirian industri.

Baca Juga: Jurus Wapres Jadikan Indonesia Pengeskpor Produk Halal Terbesar Dunia

“Penting sekali keterlibatan BRIN di dalam mengembangkan industri halal,” ujarnya saat menerima jajaran pengurus Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) lewat video konferense, Kamis (3/6/2021).

Menurut Wapres, riset dan teknologi menjadi sesuatu yang pentinh. Karena bisa menciptakan efisien pada kehalanan bahan bakunya.

Baca Juga: Jadikan Industri Halal RI Terbesar Dunia, Kemenperin Bisa Apa?

“Ini menjadi penting untuk mempercepat kemandirian dan memperkuat kapasitas industri halal Indonesia, di samping kehalalannya, bahan bakunya, dan juga teknologinya yang lebih efisien,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua BRIN Laksana Tri Handoko menegaskan bahwa BRIN beserta jajaran akan siap membantu mengembangkan ekonomi syariah nasional. Khususnya dalam hal untuk kebutuhan riset-riset halal.

“Intinya kami siap membantu dan mendukung program ekonomi dan keuangan syariah, khususnya produk pangan halal,” ujar Handoko.

Sementara Kepala Balai Penelitian dan Teknologi Bahan Alam LIPI, Satriyo Krido Wahono, menambahkan bahwa sejauh ini sudah berfokus melakukan upaya riset halal. Senagai salah satu contohnya adalah pada bidang pangan, dan akan terus melakukan eksplorasi lebih jauh lagi.

“Sementara ini kami berfokus mengembangkan produk halal pada tiga hal, yaitu riset terkait alat deteksi cepat halal, riset substitusi untuk produk-produk yang masih diragukan kehalalannya, serta mengembangkan produk berbasis laut,” jelas Satriyo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini