Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Utang BUMN Tembus Rp851,1 Triliun Terbebani Proyek Strategis, Bisa Lunas?

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Selasa, 08 Juni 2021 |13:48 WIB
Utang BUMN Tembus Rp851,1 Triliun Terbebani Proyek Strategis, Bisa Lunas?
BUMN (Foto: Instagram BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri sektor BUMN mencapai 59,65 miliar dolar AS atau setara Rp851,160 triliun (Kurs Rp 14.400 per dolar AS) per Maret 2021. Nilai itu setara dengan 28 persen dari total ULN swasta.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan, tingginya utang BUMN karena dampak penugasan pemerintah untuk pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek strategis nasional (PSN).

Namun Toto meyakini, struktur utang perusahaan pelat merah akan berkurang melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign Wealth Fund (SWF). Artinya, perseroan akan memanfaatkan lebih banyak pendanaan yang bersifat ekuitas melalui pendanaan LPI.

"Investasi lewat LPI itu maksudnya mereka (investor) akan beli proyek investasi yang sudah jadi, misal beberapa ruas tol yang sudah diselesaikan BUMN Karya. Atau LPI bisa juga melakukan penyertaan ekuitas bagi beberapa proyek yang akan dibangun. Dengan cara ini, struktur hutang BUMN bisa dikurangi dalam pembiayaan proyek," ujar Toto, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Baca Juga: Pak Erick Thohir, Nih Ada Saran Tanri Abeng Kurangi Utang BUMN 

Instrumen utang memang menjadi andalan BUMN saat melaksanakan tugas pemegang saham. Misalnya, PT PLN (Persero) mencatatkan utang hingga Rp 500 triliun. Toto menyebut, utang itu sebagian dialokasikan untuk program pembangkit listrik.

Di sektor konstruksi, utang PT Waskita Karya Tbk (WSKT), misalnya, per September 2020 yang harus dibayarkan sebesar Rp 91,86 triliun. Utang itu terdiri dari utang jangka pendek Rp38,79 triliun dan jangka panjang Rp53,07 triliun.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement