Sri Mulyani Bakal Kenakan PPN Sembako

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 320 2422272 sri-mulyani-bakal-kenakan-ppn-sembako-XYsj9ZQX0t.jpg Kemenkeu Bakal Kenakan Pajak Sembako. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang mengkaji pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sembako. Hal itu tertuang dalam draft RUU Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Adapun pasal 4A, barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak dihapus dalam RUU KUP sebagai barang akan dikenakan PPN.

Baca Juga: Sah! Sejarah Tercipta, Google Cs Dikenakan Pajak Minimal 15%

"Bantuan atau santunan yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kepada Wajib Pajak tertentu, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan," tulis aturan yang dikutip di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Dalam Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 99/PMK.010/2020 tentang Kriteria dan/atau Rincian Barang Kebutuhan Pokok yang Tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai, jenis barang kebutuhan pokok yang dimaksud, yakni beras dan gabah,jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, dan ubi-ubian.

Baca Juga: Daftar 15 Negara Surga Pajak, Bisa Simpan Harta Sebanyak-banyaknya

Saat ini, tarif Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diubah menjadi paling rendah 5% (lima persen) dan paling tinggi 15% (lima belas persen).

Perubahan tarif Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah setelah disampaikan oleh pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk dibahas dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini