Rupiah Melemah Tak Berdaya Gegara Cadangan Devisa Turun

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 320 2422601 rupiah-melemah-tak-berdaya-gegara-cadangan-devisa-turun-SNu2pm9fTW.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sore ini ditutup melemah. Mata uang garuda melemah 2 poin atau berada di level Rp14.255 per USD.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan melemahnya nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh cadangan devisa pada Mei 2021, yang turun ke level terendah.

Baca Juga: Rupiah Melemah Tipis pada Level Rp14.262/USD

“Pelaku pasar merespons negatif data cadangan devisa Mei 2021, yang turun ke level terendah tahun ini., sehingga wajar kalau arus modal keluar dari pasar dalam negeri, namun pengeluaran arus modal masih bisa tertahan karena kondisi fundamental ekonomi yang terus stabil,” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu (9/6/2021).

Dia menjelaskan cadangan devisa Mei 2021 turun 2,4 miliar dollar AS menjadi 136,4 miliar dari bulan sebelumnya 138,8 miliar dollar AS. Penurunan cadangan devisa kali ini juga menjadi penurunan paling dalam sejak Maret 2020 atau saat COVID-19 dinyatakan sebagai wabah.

Baca Juga:  Ketahui Proses Cetak Uang antara BI dan Peruri

Selain itu, nilai (PPN) dari 10% menjadi 12% akan berdampak terhadap menurunnya daya beli masyarakat (Sampai saat inipun masih stagnan kondisinya). Sebab, kenaikan PPN bakal membuat harga-harga menjadi naik pula karena sistem PPN di Indonesia bersifat value added tax. Artinya setiap proses nilai tambah produksi maupun distribusi akan dikenakan PPN.

“Jadi kalau ada kenaikan PPN maka ini akan mengakibatkan kenaikan berbagai rantai pasokan produksi maupun rantai pasokan distribusi, sehingga kenaikan 2% itu berlipat ganda, bertubi-tubi kenaikannya, kemudian secara akumulasi kenaikannya bisa jadi lebih dari 2%,”ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah boleh merencanakan untuk penambahan PPN 2% di tahun depan. Namun semestinya pemerintah harus memikirkan lagi untuk menaikkan tarif PPN tersebut.

“Karena walaupun masyarakat sudah di vaksinasi namun belum tentu covid-19 akan berakhir bahkan timbul varian baru yang lebih ganas lagi sehingga belum ada jaminan bahwa pemerintah bisa mengembalikan kondisi perekonomian seperti sebelum terjadinya pandemi,” pungkasnya.

Sedangkan untuk perdagangan besok kamis, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat tipis di rentang Rp14.230 - Rp14.280.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini