Aset BUMN Rp8.400 Triliun tapi Ada yang Tidak Bagi Dividen

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 320 2423226 aset-bumn-rp8-400-triliun-tapi-ada-yang-tidak-bagi-dividen-999zlJEKEF.png Kementerian BUMN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemegang saham perusahaan negara mencatat total aset BUMN mencapai Rp8.400 triliun sejak 2020. Angka itu tumbuh 7,1% dibandingkan posisinya di tahun 2019.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut, aset BUMN tersebut mampu menyumbangkan 55% dari total nilai Gross Domestic Product (GDP) Indonesia yakni Rp 15.434 triliun.

"Total aset BUMN pada 2020 capai Rp 8.400 triliun, ini tumbuh 7,1% dibandingkan periode 2019. Dan ini merepresentasikan sekitar 55% dari nilai nominal GDP Indonesia yang sebesar Rp 15.434 triliun, aset BUMN itu 55% dari GDP Indonesia. Ini adalah yang kita punya," ujar Arya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Ancam Copot Direksi-Komisaris BUMN yang Tak Punya Akhlak

Kementerian BUMN pun mencatat, kontribusi BUMN kepada pemerintah baik dari sisi pajak, dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai sekitar Rp 300 triliun. Meski begitu, ada sejumlah perseroan yang memutuskan tidak memberikan dividen tahun buku 2020.

"Sementara PMN (Penyertaan Modal Negara) yang kita terima sekitar 4% dari kontribusi yang diberikan. Jadi disini kita bisa lihat kontribusi BUMN terhadap bangsa kita," katanya.

Baca Juga: Didik Bos-Bos BUMN, Erick Thohir Bentuk Lembaga Baru

Untuk struktur utang, pemegang saham mencatat total utang pendanaan BUMN hingga 2020 mencapai Rp 2.000 triliun. Sumbernya berasal dari surat utang dan instrumen utang lainnya.

Sementara ekuitas BUMN tercatat Rp 2.500 triliun. Dengan begitu, Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang perusahaan berada di posisi 0,7% atau di bawah 1%. Struktur utang perusahaan bisa dinyatakan kesehatan jika posisinya berada di bawah 1,5%.

"Jadi DER-nya di bawah 1,5% baru dikatakan sehat, jadi ini masih 0,7% jadi masih sekitar setengahnya dari yang dibatasi utang BUMN," tutur dia.

Arya menyebut, belakangan banyak pemberitaan mengenai utang perseroan pelat merah. Namun, narasi pemberitaan tersebut menggabungkan utang pendanaan dan non pendanaan BUMN. Padahal, komposisi utang yang dimiliki perusahaan menyangkut pinjaman dan tabungan masyarakat di Bank Himbara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini