PLTP Blawan Ijen 110 Mw Beroperasi Awal 2024

Ali Masduki, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 320 2423260 pltp-blawan-ijen-110-mw-beroperasi-awal-2024-GY5D5stvKL.jpg Listrik (Foto: Okezone)

Menurutnya, energi merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, karena hampir semua aktivitas manusia memanfaatkan energi. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya jumlah penduduk, peranan energi sebagai pendukung pembangunan ekonomi menjadi sangat penting.

"Maka dalam pengelolaannya harus secara efektif, rasional, dan bijaksana agar kebutuhan energi pada masa sekarang dan masa yang akan datang dapat terpenuhi," tegasnya.

Drajat menjelaskan, kondisi saat di Jawa Timur total konsumsi energi listrik Timur sebesar 35.838 GWh. Pengguna energi listrik terbesar adalah sektor Industri mencapai 44%, selanjutnya sektor Rumah Tangga 37%, Perdagangan/usaha 13%, dan Sosial 6%.

Ketersediaan Listrik di Jawa Timur di peroleh dari Pasokan PLTU, PLTGU, dan PLTA dengan jumlah daya dari pembangkit sebesar 8.839 MW yang tersambung ke jaringan listrik Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan Beban Puncak sebesar 5.716 MW.

Sedangkan potensi energi terbarukan di Jawa Timur berdasarkan data Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), untuk panas bumi sebesar 1.012 MW, energi air 525 MW, energi angin 7.907 MW, bioenergi 3.420 MW, energi surya 10.335 MW dan energi gelombang 1.200 MW.

"Sumber daya energi tersebut merupakan aset daerah yang harus dikelola dengan baik melalui perencanaan yang baik dan tepat," kata dia.

Pada Tahun 2020 Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur telah selesai menghitung Bauran Energi Baru dan Terbarukan, dengan komposisi EBT 11,75 %, Minyak Bumi 25,61, Gas Bumi 40,60, dan Batubara 22,04%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini