Makin Sulit, Kini Garuda Indonesia Hanya Miliki 53 Pesawat dari 142

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 320 2423626 makin-sulit-kini-garuda-indonesia-hanya-miliki-53-pesawat-dari-142-hyjWeBhJJ3.jpg Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengembalikan sejumlah armada pesawat ke perusahaan penyewa atau lessor. Jika sebelumnya Garuda Indonesia mengoperasikan 142 armada, kini emiten pelat merah hanya akan mengoperasikan 53 pesawat saja.

Dikutip dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/6/2021), dari 142 armada sebanyak 136 pesawat dengan status sewa dan 6 pesawat Garuda Indonesia. Adapun jenis pesawat tersebut terdiri dari Boeing 777-300, Boeing 737-800, Boeing 737-8 Max, Airbus A330-200, Airbus A330-300, Airbus A330-900, CRJ1000 NextGen, dan ATR 72-600.

Baca Juga:  Erick Thohir Buka Opsi Gaji Pilot Garuda Indonesia Dibayar Per Jam

"Adapun jumlah armada yang dioperasikan selama masa pandemi berkurang sehingga yang saat ini dioperasikan untuk mendukung operasional perusahaan ada pada kisaran 53 pesawat," tulis manajemen dalam Keterbukaan Informasi BEI.

Sebelumnya, pemegang saham mencatat hanya ada 50 pesawat Garuda Indonesia yang dioperasikan manajemen. Minimnya operasional maskapai penerbangan pelat merah disebabkan terbatasnya cash flow perusahaan.

Baca Juga: Pantas Rugi, Biaya Sewa Pesawat Garuda Indonesia Paling Mahal di Dunia

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo menyebut, ada sejumlah tindakan yang dilakukan pemegang saham saat ini. Misalnya penundaan pembayaran, pengembalian sejumlah armada kepada lessor.

Pemerintah pun tengah melakukan kajian bersama penasehat atau tim konsultan keuangan untuk membahas skema restrukturisasi dengan kreditur Garuda Indonesia.

"Saat ini beroperasi minimum sekitar 50-an pesawat, kita harus mengambil tindakan yang drastis, maka ini tinggal tunggu waktu karena cash flow terbatas, setiap bulan minus, kami sedang lakukan kajian dengan para advisor untuk mengambil tindakan dengan kreditur," ujar Tiko sapaan akrab Kartika dikutip, Kamis kemarin.

Dia memaparkan, selama ini manajemen juga sudah melakukan penundaan pembayaran baik ke lessor, maupun perusahaan pelat merah lain seperti PT Angkasa Pura.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini