Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Data Inflasi

Antara, Jurnalis · Sabtu 12 Juni 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 12 320 2424017 harga-emas-berkangka-turun-tertekan-data-inflasi-7u9wJIzZ8w.jpg Harga Emas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka tergelincir pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas turun setelah mencatat kenaikan dua hari berturut-turut tertekan oleh penguatan dolar ketika beberapa investor bertaruh bahwa lonjakan harga-harga konsumen AS baru-baru ini bersifat sementara.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD16,8 atau 0,89%, menjadi ditutup pada USD1.879,60 per ounce, dilansir dari Antara, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga: Harga Emas Naik 0,05% Didorong Inflasi AS

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya menguat 0,6%, meredupkan daya tarik emas bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Aksi ambil untung mungkin juga berdampak pada harga emas, karena logam mulia telah mengantisipasi beberapa sesi kenaikan harga, kemudian rilis data inflasi pada Kamis (10/6), menurut analis pasar.

Ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali mengatakan kegagalan emas untuk menembus di atas 1.900 per ounce setelah data penggajian (payrolls) nonpertanian dan IHK AS menunjukkan aliran lindung nilai inflasi melambat pada saat yang sama dengan aliran fisik melemah.

Baca Juga: Harga Emas Naik Jadi USD1.895/Ounce

“Akibatnya, kemunduran emas akan terbuka,” kata Ghali, menambahkan bahwa sementara mungkin ada kemunduran jangka pendek ke 1.850 dolar AS per ounce, emas dalam jangka menengah akan didukung oleh kebijakan-kebijakan bank sentral yang dovish untuk jangka waktu yang lama.

Data menunjukkan harga-harga konsumen AS naik tajam pada Mei, tetapi analis mengatakan lonjakan itu kemungkinan "sementara" dan karena itu kekhawatiran atas pengetatan kebijakan Federal Reserve telah surut.

Di sisi fisik, para dealer di pusat-pusat perdagangan emas utama India dan China terpaksa menawarkan diskon untuk memikat pelanggan minggu ini.

Pelaku pasar sekarang mengamati pertemuan kebijakan Federal Reserve AS minggu depan.

Ekspektasi bahwa The Fed akan tetap berpegang pada "inflasi adalah skenario sementara" adalah tinggi, tetapi perbaikan pasar tenaga kerja baru-baru ini dan angka inflasi yang "panas" meningkatkan risiko bahwa Fed akan kurang dovish, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 11,5 sen atau 0,41%, menjadi ditutup pada USD28,146 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD5,10, atau 0,45%, menjadi ditutup pada USD1.151,10 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini