Kredit UMKM Masih Rendah, Kok Bisa?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 14 Juni 2021 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 320 2424857 kredit-umkm-masih-rendah-kok-bisa-5EPcsoEvpK.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyoroti rendahnya kredit bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kredit lending dalam negeri mencapai Rp6.000 triliun pada 2019, namun porsi untuk UMKM masih minim.

Dia merinci realisasi nilai kredit tersebut terdiri atas Rp300 triliun untuk investasi luar negeri dan dalam negeri mencapai Rp5.700 triliun. Sementara kredit UMKM hanya Rp1.127 t atau setara 18,3%.

Baca Juga: Cerita Mendag Sulit Dapat Modal saat Jadi Pengusaha

"Di 2019 akhir, kredit lending kita ada di Rp6.000 triliun, jadi total kredit yang ada di negara kita Rp6.000 triliun, Rp300 triliun untuk investasi ke luar negeri, dalam negeri Rp5.700 triliun, tau gak berapa untuk UMKM? Tak lebih dari Rp1.127 t atau setara 18,3%," ujar Bahlil dalam diskusi UMKM Menuju Pasar Global, Senin (14/6/2021).

Kondisi itu dinilai masih timpang. Di satu sisi, pemerintah bersikeras agar UMKM mampu bersaing di pasar global, namun di lain sisi pembiayaan perbankan untuk mendongkrak usaha mikro itu masih minim.

Baca Juga: 6 Fakta BLT UMKM Cair Rp1,2 Juta, Nomor 5 Tunggu yang Punya Anggaran

Persoalannya, kata Bahlil, banyak pelaku UMKM yang belum terdaftar atau masuk di sektor formal. Di mana, masih tercatat 53% UMKM atau setara 53 juta unit usaha yang masih berstatus informal. Perkara ini menjadi kendala pelaku usaha mikro memperoleh pembiayaan dari lembaga perbankan. Artinya, syarat mutlak sektor formal yang diinginkan perbankan belum terpenuhi.

"Di saat bersamaan kita ingin bisa UMKM berkompetisi baik dari dalam maupun luar negeri, setelah kami cek, apakah keinginan perbankan yang tidak memberikan atau apa, ternyata, ada sekitar 53% unit usaha UMKM yang 54 juta itu, masih informal," katanya.

Meski begitu, Bahlil memastikan tugas Kementerian Investasi mendorong UMKM untuk masuk ke sektor formal. "Maka sekarang UU Cipta Kerja itu UMKM diberi karpet merah, izin mudah, tiga jam tunggu IMB dapat, sertifikat segala macam gratis, prosedural gratis, ini semata-mata kita beri penguatan agar harapan Pak Teten terwujud," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini