Cerita Mendag Sulit Dapat Modal saat Jadi Pengusaha

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 14 Juni 2021 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 320 2424814 cerita-mendag-sulit-dapat-modal-saat-jadi-pengusaha-2Vrq29Fn2h.jpg Menteri Perdaganga M Lutfi. (Foto: Okezone.com/Kemendag)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi berharap Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat memperkuat bisnis UMKM Indonesia. Apalagi besarannya mencapai Rp300 triliun.

Di sisi lain, KUR merupakan pembiayaan akan diserahkan kepada pelaku UMKM tanpa ada jaminan apapun.

Baca Juga: Pembiayaan UMKM Diperkuat dengan Kenaikan KUR hingga Rp253 Triliun

"Jadi, bagaimana Menteri UMKM dan Koperasi ini (Teten Masduki) mempunyai kemampuan anggaran yang luar biasa. Di bawah beliau ini ada R 300 triliun untuk KUR yang tidak memerlukan jaminan," ujar Lutfi dalam diskusi UMKM Menuju Pasar Global, Senin (14/6/2021).

Pemerintah meyakini, serapan anggaran tersebut akan memperkuat posisi bisnis mikro dalam negeri di tengah di tengah distribusi pemesanan sarana secara elektronik saat ini.

Baca Juga: Ketua DPD RI: Relaksasi KUR Tanpa Agunan Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Lutfi menegaskan, nilai anggaran KUR tersebut berbanding terbalik saat dia masih menjadi pengusaha. Saat itu, syarat jaminan pembiayaan yang diberikan perbankan tercatat ketat dan sulit.

"Waktu kita jadi pengusaha, kita ingin Rp75 juta aja mesti ngasih jaminan 100%, daripada pinjamannya. Kalau kita punya 100% dari pinjaman, kita enggak pinjam ke perbankan," katanya.

Di sektor regulasi, Kementerian Perdagangan tengah menggaet Kementerian UKM dan Koperasi untuk merumuskan aturan yang mampu memperkuat bisnis UMKM baik di level nasional dan global.

"Makanya saya sama Pak Teten ini sedang bekerja sama, ada yang kita kerjakan, nah ini akan kita perbaiki, saya memperbaiki peraturannya, supaya perdagangan yang kita kerjakan ini tidak ada kecurangan. Kita tidak bisa bersaing dengan situasi yang tidak seimbang," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini