Spesifik Daftar Sembako yang Dikenakan Pajak

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 14 Juni 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 320 2425018 spesifik-daftar-sembako-yang-dikenakan-pajak-VaNZOTZRup.jpg Sembako Bakal Dikenai Pajak. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sembako tidak berlaku untuk semua jenis. Pajak hanya dikenakan pada sembako yang dijual dengan harga premium.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Neilmaldrin Noor mengatakan, sembako seperti beras hingga daging, apapun jenis dan harganya tidak dikenakan PPN sehingga memicu kondisi tidak tepat sasaran. Dengan penerapan PPN, beras biasa dengan beras premium akan berbeda penerapan harganya.

Baca Juga: Diskon Pajak Mobil Baru Diperpanjang, Gaikindo Harap Penjualan Laris Manis

"Terkait sembako tadi misalnya barang-barang kebutuhan pokok yang dijual di pasar tradisional ini tentunya tidak dikenakan PPN. Akan berbeda ketika sembako ini sifatnya premium," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan, Masyarakat Neilmaldrin Noor, dalam siaran pers virtual, Senin (14/06/2021).

Neilmadrin menyatakan, saat ini sembako seperti beras hingga daging, apapun jenis dan harganya tidak dikenakan PPN memicu kondisi tidak tepat sasaran. Dengan penerapan PPN, beras biasa dengan beras premium akan berbeda penerapan harganya.

Baca Juga: Sembako Kena Pajak, YLKI: Tidak Etis dan Harus Ditolak Mentah-Mentah

"Pemungutan ppn ini yang pertama tentunya kami mempertimbangankan untuk memperluas basis pengenaan ppn ini tetap dengan memperhatikan dengan kondisi yang ada saat ini," kata Noor.

Begitu juga dengan daging premium di supermarket dengan daging di pasar tradisional akan berbeda pengenaan pajaknya. Dia mencontohkan seperti daging wagyu atau profuk luar negeri yang akan dikenakan pajak.

"Sebagai contoh misalnya seperti konsumsi daging, daging wagyu ada ppn, tapi daging biasa di pasar tradisional ini sama tidak dikenai ppn," jelasnya.

Dia menegaskan engenaan PPN hanya akan diberlakukan pada bahan pokok premium dengan perbedaan harga jauh dari yang dijual di pasar tradisional.

"PPN sembako tentu tidak semua. Kami lakukan pembedaan. Karena RUU sendiri kami melihat akan ada pembedaan terkait dengan sembako tadi," tandasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini