Gubernur BI Ungkap Peluang dan Risiko Bayangi Pemulihan Ekonomi

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 320 2425430 gubernur-bi-ungkap-peluang-dan-risiko-bayangi-pemulihan-ekonomi-2rwuJNqqBi.jpg Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut pihaknya melihat peluang dan tantangan yang ada seiring perekonomian mulai pulih. Menurutnya, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai dalam memulihkan ekonomi nasional.

"Saya kira ini memberikan peluang bagaimana kita memulihkan ekonomi terutama dari sisi ekspor dan juga ada beberapa tantangan perlu kita cermati. Terutama, bagaimana kita dalam negeri memanfaatkan peluang itu, terus lakukan reformasi dan peluang ekonomi global bisa kita manfaatkan," ujar Perry dalam Webinar BPK bertajuk "Kebijakan Pemerintah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19" di Jakarta, Selasa(15/6/2021).

Dalam pasar keuangan, terlihat ketidakpastian, dimana pada bulan Februari tahun depan, kemungkinan Amerika Serikat melakukan pengetatan moneter.

"Memang kemungkinannya tahun depan, tapi kita perlu cermati kemungkinan-kemungkinan tahun ini karena itu akan memberikan pengaruh terhadap aliran modal asing ke RI dan terutama akan berpengaruh ke stabilitas NTR dan yield SBN kita," ungkap Perry.

Baca Juga: Gubernur BI Pasang Badan demi Stabilkan Rupiah

Dia mengatakan, pihaknya dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan terus melakukan koordinasi bersama untuk melakukan stabilitasi, mengatasi dan memitigasi dampak global itu, baik melalui intervensi di pasar valas, dan menjaga agar kenaikan yield sbn tidak terlalu tinggi.

"Di dalam negeri, tahun lalu kita bisa bertahan, insya Allah tahun ini dan tahun depan proses perbaikan ekonomi itu berlanjut dan perekonomian kita diperkirakan tumbuh 4,1-5,1% tahun ini," tambah Perry.

Diprediksi di tahun 2022, ekonomi juga akan tumbuh sebesar 5-5,5% didukung oleh ekspor, stimulus fiskal, kenaikan investasi, termasuk pemanfaatan UU Cipta Kerja dan juga stimulus fiskal dan moneter.

Baca Juga: Gubernur BI: Yuk Belanja agar Ekonomi Pulih

"Inflasi masih terjaga sehingga bisa mendukung daya beli, stabilitas ekternal terjaga dengan CAD 1-2% dan kami juga terus bersama pemerintah mendorong pemasukan modal asing sesuai UU Cipta Kerja dan mengelola portofolio investasi dan mendukung stabilitas," jelasnya.

Perry mengatakan bahwa KSSK juga turut mendorong pertumbuhan kredit. Hingga saat ini, kredit masih tumbuh negatif dan diharapkan bersama KSSK, pihaknya ingin mendorong kredit bisa tumbuh 5-7 %.

"Ini adalah beberapa yang kami lihat di dalam negeri, ada peluang ekonomi tumbuh dan tentu saja risiko dari global," tambahnya.

Selanjutnya, ada peluang mendorong ekonomi dari ekonomi dan keuangan digital. BI mencatat, di balik pandemi Covid-19, transaksi ekonomi dan keuangan digital, baik e-commerce, e-money, dan digital banking, terus meningkat dan bisa tumbuh masing-masing 39%, 32%, dan 22%.

"Ini peluang-peluang mendukung ekonomi dan inklusi ekonomi serta keuangan dan mendorong UMKM. Ini tentu mengandung risiko, termasuk serangan cyber yang perlu terus diwaspadai dan diantisipasi. Jadi, secara keseluruhan, peluang ekonomi Indonesia akan lebih baik dan stabilitas terjaga. "Dan perlu melihat risiko ke depan agar ekonomi lebih baik, termasuk vaksinasi dan pemulihan sektor riil dan antisipasi dampak global, juga terus mendorong kredit dalam negeri," pungkas Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini