Rumah Sakit Penuh karena Covid-19, Hotel Disiapkan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 320 2425490 rumah-sakit-penuh-karena-covid-19-hotel-disiapkan-EbRS81ForH.jpg Wisma Atlet Kemayoran Penuh. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Hotel akan digunakan untuk isolasi Covid-19. Di mana saat ini kapasitas tempat tidur (TT) untuk Covid-19 pada setiap Rumah Sakit mengalami peningkatan 30%-40%, terutama di Kabupaten atau Kota Zona Merah dan memilki BOR tinggi (> 60%).

Kapasitas tempat tidur untuk Covid-19 juga akan ditingkatkan di Rumah Sakit Rujukan di kota terdekat atau di Ibukota Provinsi.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Menko Luhut: Ini Kesalahan Kita

"Ini juga sudah disiapkan Pemerintah Daerah (Pemda), dengan pembiayaan dari Anggaran Daerah dan dibantu oleh Anggaran Kementerian Kesehatan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Khusus untuk BOR di RSDC Wisma Atlet, data menunjukkan bahwa BOR tertinggi terjadi pada 16 Desember 2020 yang mencapai 88,63%, namun setelah itu mulai mengalami penurunan ke level sekitar 70%. Bahkan sepanjang minggu ke-3 Mei 2021 (14-21 Mei 2021) BOR Wisma Atlet berada di bawah 20%.

Baca Juga: Varian Covid-19 Delta dari India Masuk RI, Menko Airlangga: Ini Tantangan

Namun, sejak 18 Mei 2021 terus mengalami kenaikan cukup tinggi, dan sejak 12 Juni 2021 sudah di atas 70%. Sehingga, terjadi kenaikan BOR signifikan pada seminggu terakhir, dari 7 Juni 2021 sebesar 45,61%, menjadi 75,11% per 14 Juni 2021.

“Kami mendapatkan informasi terbaru pada Senin 14 Juni 2021, pukul 12.30 WIB, bahwa kapasitas TT pasien di Wisma Atlet bertambah lagi menjadi 7.937 TT. Pihak RSDC telah menambah kapasitas TT pasien dalam waktu dua hari ini sekitar 2.000 TT. Sementara, dengan jumlah pasien isolasi sebesar 5.028 orang, masih ada sisa TT sekitar 2.909 unit lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Varian virus Covid-19 yang berjenis Delta dari India atau B1617.2 dipastikan sudah masuk ke Indonesia. Varian Delta juga telah ditemukan di Inggris dan menjadi penyebab kenaikan kasus di negara tersebut. Dikabarkan Delta juga lebih menular dari varian yang ditemukan di Inggris yakni B117 atau yang disebut sebagai varian Alpha.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato virus ini makin agresif yang membuat penularannya di Indonesia sangat cepat.

"Tentunya harus kita perhatikan ada beberapa varian Delta atau varian yang sudah agresif ini sudah ada di Bangkalan maupun di Kudus," kata Airlangga dalam video virtual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini