Bunga Kredit Bank Susah Turun, OJK: Hal Ini Sulit Terwujud

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 320 2425544 bunga-kredit-bank-susah-turun-ojk-hal-ini-sulit-terwujud-QfesUIs3kI.jpg Alasan OJK Bunga Kredit Bank Susah Turun (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit seiring dengan semakin rendahnya tingkat suku bunga acuan atau Bank Indonesia (BI) 7 days reverse repo rate. (BI7DRR)

"Sayang sekali, hal ini sulit terwujud. Penurunan suku bunga tidak secepat penurunan BI rate karena banyak nasabah yang menunda pembayaran yang kemudian menjadi beban bagi perbankan," ucap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam webinar BPK di Jakarta, Selasa(15/6/2021).

Baca Juga: Begini Jurus OJK dalam Pengembangan Keuangan Berkelanjutan

OJK mencatat nominal restrukturisasi kredit hingga saat ini mencapai Rp775 triliun. Hal ini karena nasabah menunda pembayaran bunganya sehingga ini menjadi beban bagi bank.

Selain itu, lembaga keuangan yang membuat percepatan penurunan suku bunga tidak secepat penurunan BI rate.

Baca Juga: Raih Izin sejak Mei 2021, OJK Tegaskan MotionBanking BABP Merupakan Digital Banking!

"Nominal Rp775 triliun ini adalah dibiayai dari dana masyarakat yang harus dibayar bunganya oleh bank di mana return-nya tidak ada," kata Wimboh.

Menurut dia, situasi ini dapat dikatakan sebagai anomali. Namun, perlu dicatat, ketika likuiditas sangat melimpah, perbankan sangat berhati-hati dalam menyalurkan kredit.

"Ini tentunya harus kita pahami dan mempercepat bagaimana agar mereka recover dan ini bagaimana kita mempercepat penanganan COVID, protokol kesehatan yang tinggi dan tetap kita memberikan ruang untuk tumbuh namun dalam kondisi yang aman," pungkas Wimboh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini