Berantas Pungli Sopir Truk di Pelabuhan Tanjung Priok Sampai ke Akar-akarnya!

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 320 2425577 berantas-pungli-sopir-truk-di-pelabuhan-tanjung-priok-sampai-ke-akar-akarnya-6Qd36CUo2C.jpg Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Komit Berantas Praktik Pungli. (Foto: Okezone.com/Michelles)

JAKARTA - Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dan Syahbandar Utama Tanjung Priok berkomitmen memberantas pungutan liar (pungli) di wilayah kerjanya.

"Kami bersama operator pelabuhan dan Kepolisian juga TNI serta stakeholder pelabuhan terkait terus berkomitmen untuk memberantas praktik pungutan liar terhadap para supir truk kontainer. Rencana aksi tersebut bersifat jangka panjang dan jangka pendek," ujar Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga: Punya Pelabuhan Internasional, Kemendag Optimalkan Ekspor dari Jawa Timur

Dia menjelaskan, pihaknya dan seluruh stakeholder terkait di Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk menjadi Pelabuhan Tanjung Priok berskala internasional sehingga akan terus mengawal semua pelaksanaan dan operasional pelabuhan dengan baik.

"Kami selaku regulator di Kemenhub memastikan bahwa semua terminal di bawah koordinasi dari Pelindo II pusat dan Pelindo Cabang Tanjung Priok, kami solid dan kami terintegrasi semua menangani masalah ini dengan cara sistematis dan terstruktur," tambah Wisnu.

Baca Juga: Jalur Kereta Logistik ke Pelabuhan Tanjung Perak Hidup Kembali

Dia mengungkapkan, ke depannya akan dilakukan pembahasan rencana aksi terkait penanganan pungutan liar terutama yang saat ini tengah menjadi sorotan di PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

Rencana aksi tersebut di antaranya adalah melakukan pemetaan atau mapping kerawanan lokasi terjadinya aksi premanisme dan pungli. Kemudian melakukan sosialisasi dan himbauan secara langsung, meningkatkan pengawasan dan penjagaan dengan penempatan personil keamanan pada titik macet, aksi preman dan pungli. Para petugas ini nantinya akan melakukan peringatan dan penindakan kepada operator crane di terminal agar tidak meminta pungli dan sopir agar tidak memberikan setoran pungli.

Kemudian, di setiap titik poin pelayanan operasi yang masih menggunakan pertemuan fisik harus segera dipindahkan ke layanan berbasis digital. Khususnya untuk billing, gate dan tally di yard untuk menghindari pungli antara petugas dengan sopir atau konsumen.

"Akan ada rencana-rencana aksi yang sudah kita bahas selama 2 hari ini. Untuk jangka pendek, kami akan lakukan sosialisasi himbauan untuk tidak terjadi pungutan liar lagi dan nanti juga ada digitalisasi yang dapat menghindari pungutan liar dan mengurangi interaksi. Karena kita tidak hanya mengutamakan untuk penegakan tapi bagaimana secara humanis kita meningkatkan kenyamanan para supir-supir truk," pungkas Wisnu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini