Menko Airlangga: Reformasi Struktural Kunci Pemulihan Ekonomi Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 320 2426241 menko-airlangga-reformasi-struktural-kunci-pemulihan-ekonomi-indonesia-pZjqW6rXRG.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian))

Indonesia memprioritaskan pembangunan ekonomi ramah lingkungan seperti hydro power, panel surya, geothermal dan biodiesel 30% (B30).

Lebih lanjut disampaikan bahwa program vaksinasi yang sudah dilaksanakan sampai saat ini mencapai 32.8 juta dosis, hal ini merupakan game changer dalam penurunan kasus Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah Indonesia berkomitmen mengurangi emisi gas sebesar 30% pada tahun 2030 dengan memprioritaskan pembangunan rendah karbon sebagai intisari rencana pembangunan nasional.

Pemerintah juga mendorong peningkatan keterampilan pekerja melalui program Kartu Prakerja berupa skilling, up-skilling dan re-skilling yang menjadi bagian utama untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para angkatan kerja yang perlu mencari kerja.

“Pemerintah menerapkan prinsip ekonomi sirkular sebagai bagian dari ekonomi berkelanjutan dengan berkomitmen mengurangi sampah rumah tangga sebesar 30% dan sampah plastik di laut sebesar 70% di tahun 2025,” ujar Menko Airlangga.

Sektor industri telah menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengesahkan Green Industry Standardization yang berstandar internasional. Dunia usaha merespon baik kebijakan ini dengan membentuk Packaging Recovery Organization (PRO) yang bertujuan mempercepat implementasi ekonomi sirkular, dengan beberapa kegiatan seperti pengumpulan sampah dan daur ulang.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Perekonomian bersama para Menteri/Ketua Delegasi APEC lainnya mendukung tiga dokumen yaitu. Ministerial Statement, 3rd Structural Reform Ministerial Meeting. Summary of Enhanced APEC Agenda for Structural Reform (EAASR) dan Third APEC Ease of DoingBusiness (EoDB) Action Plan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini