Harga Emas Berjangka Akhirnya Rebound

Antara, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 320 2426464 harga-emas-berjangka-akhirnya-rebound-5epMTzTIeU.jpg Harga emas (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas rebound dari penurunan tiga hari beruntun, karena investor bereaksi terhadap data ekonomi AS yang mengecewakan, namun harga emas di pasar spot tergelincir setelah pejabat Federal Reserve memproyeksikan kenaikan suku bunga pertama pasca-pandemi pada 2023.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD5 atau 0,27%, menjadi ditutup pada USD1.861,4 per ounce, dilansir dari Antara, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Data Inflasi

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu (16/6) bahwa harga impor AS naik 1,1% pada Mei dibandingkan dengan 0,8% pada April.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa izin perumahan AS turun 3,0% ke laju tahunan 1,68 juta pada Mei, sementara perumahan baru naik 3,6% ke tingkat tahunan 1,57 juta pada Mei. Kedua angka itu mengecewakan.

Baca Juga: Harga Emas Naik 0,05% Didorong Inflasi AS

Di pasar spot emas merosot 1,1% menjadi 1.839,06 dolar AS per ounce pada pukul 14.42 waktu setempat (18.42 GMT), setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak 14 Mei di 1.833,65 dolar AS.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari mereka tak lama setelah pasar ditutup pada Rabu (16/6).

Dalam proyeksi barunya, 11 dari 18 pejabat Fed memproyeksikan setidaknya dua seperempat poin kenaikan suku bunga untuk tahun 2023, bahkan ketika para pejabat dalam pernyataan mereka berjanji untuk menjaga kebijakan tetap mendukung untuk saat ini guna mendorong pemulihan lapangan pekerjaan yang sedang berlangsung.

"The Fed memiliki rencana permainan bahwa mereka akan menghapus semua akomodasi ini dan itu hanya reaksi awal (dalam emas)," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, menambahkan bahwa Fed lebih hawkish daripada yang diharapkan pasar dan emas bisa jatuh lebih jauh menuju USD1.830.

Namun bank sentral mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek mendekati nol dan mengatakan akan terus membeli obligasi USD120 miliar setiap bulan untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Emas semakin terpukul oleh lonjakan dolar dan imbal hasil setelah pengumuman tersebut. Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Tetapi The Fed tidak akan memimpin dalam pengetatan dibandingkan bank-bank sentral utama lainnya dan Fed akan menjadi salah satu yang terakhir melakukan pengetatan, memungkinkan pelemahan dolar tetap utuh sepenuhnya yang seharusnya mendukung emas," kata Moya.

Pelaku pasar sekarang mencermati konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell setelah pernyataan itu. Powell mengatakan kebijakan Fed akan terus memberikan dukungan "kuat" untuk ekonomi dan menandai kekhawatiran atas pemulihan ekonomi. Dia juga mengatakan inflasi bisa berubah menjadi lebih tinggi dan lebih persisten dari yang diharapkan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 11,9 sen atau 0,43%, menjadi ditutup pada USD27,812 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD6,7 atau 0,58%, menjadi ditutup pada USD1.141,9 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini