Larang Mudik Selesai, PHRI Akui Okupansi Hotel di Bali Meningkat

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 320 2426638 larang-mudik-selesai-phri-akui-okupansi-hotel-di-bali-meningkat-K13SgaH3VC.jpg Hotel (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Okupansi hotel mengalami tekanan cukup besar saat pemerintah menerapkan kebijakan larangan mudik. Khususnya, okupansi hotel yang berada di Bali.

“Kalau kita bicara peningkatan okupansi sebenarnya yang terjadi saat ini okupansi pada saat larangan mudik itu kan memang terjadi tekanan yang cukup besar ya, khususnya di Bali. Seharusnya banyak wisatawan domestik itu melakukan pergerakan kembali,” ujar Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Sandiaga: Work From Bali Bisa Tingkatkan Okupansi Hotel hingga 30%

Akan tetapi, Yusran mengatakan, setelah kebijakan larangan mudik selesai, ada peningkatan kunjangan di Bali. Peningkatan kunjungan di Bali disebut masih berlangsung hingga saat ini.

Baca Juga: Tingkat Hunian Hotel Berbintang Mulai Merangkak Naik

“Saat pembatasan dilonggarkan atau pelarangan mudik itu selesai, juga terjadi peningkatan kunjungan di Bali pada saat itu dan kira-kira masih sampai sekarang. Kemudian, juga diiringi dengan adanya program pemerintah yakni Work from Bali,” kata dia.

Lanjutnya, program Work From Bali (WFB) cukup berdampak pada peningkatan okupansi. Akan tetapi, adanya pelonggaran pergerakan masyarakat juga berkontribusi besar terhadap peningkatan okupansi di Bali.

“Apakah WFB juga berkontribusi besar? Tentu ini tidak serta merta hanya satu hal yang berkontribusi terhadap peningkatan okupansi, tapi juga adanya pelonggaran pergerakan yang juga berkontribusi banyak terhadap peningkatan okupansi yang ada di Bali,” ucap Yusran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini