Gubernur BI Yakin Ekonomi 2021 Tumbuh 5,1%

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 320 2426764 gubernur-bi-yakin-ekonomi-2021-tumbuh-5-1-oSDMA9rRp5.jpg Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com/Bank Indonesia)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 4,1%-5,1%. Hal tersebut didasari perbaikan perekonomian domestik pada triwulan II 2021.

"Indikator konsumsi rumah tangga meningkat sesuai pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti penjualan eceran, terutama makanan, minuman dan tembakau, serta bahan bakar kendaraan bermotor," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis(17/6/2021).

Baca Juga: Menko Airlangga Yakin Ekonomi RI Tumbuh 8% di Kuartal II-2021

Perbaikan ekonomi domestik juga tercermin pada kinerja indikator lainnya, yaitu ekspektasi konsumen, penjualan online, dan PMI Manufaktur yang melanjutkan peningkatan.

"Dari sisi eksternal, kinerja ekspor terus meningkat, khususnya pada komoditas batu bara, besi dan baja, serta kendaraan bermotor sejalan kenaikan permintaan mitra dagang utama. Secara spasial, peningkatan ekspor terjadi di seluruh wilayah, terutama Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua)," jelas Perry.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 4,4% di 2021, Tahun Depan Tumbuh 5%

Perbaikan ekonomi juga tercermin pada kinerja beberapa sektor utama, seperti industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi yang terus membaik.

Ke depan, pemulihan ekonomi domestik didorong oleh akselerasi perekonomian global, kecepatan vaksinasi, dan penguatan sinergi kebijakan, meskipun dibayangi oleh peningkatan kasus Covid-19 yang muncul pada akhir triwulan II.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2021 tetap sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia pada April 2021, yakni pada kisaran 4,1%-5,1%," tegas Perry.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal. Defisit transaksi berjalan diprakirakan tetap rendah, didorong oleh surplus neraca barang yang berlanjut.

"Neraca perdagangan Mei 2021 mencatat surplus sebesar USD2,4 miliar, melanjutkan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD2,3 miliar," terang Perry.

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kinerja positif pada sebagian besar komoditas utama di tengah impor yang tetap kuat seiring perbaikan ekonomi domestik. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke dalam negeri berlanjut, tercermin dari investasi portofolio yang mencatat net inflows sebesar USD6,5 miliar pada periode April hingga 15 Juni 2021, sejalan ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun.

"Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2021 tetap tinggi sebesar USD136,4 miliar, setara dengan pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, defisit transaksi berjalan pada tahun 2021 diprakirakan tetap rendah yaitu sekitar 1,0%-2,0% dari PDB," pungkas Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini