Peluang Bisnis Minuman Es Teh

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 18 Juni 2021 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 455 2426735 peluang-bisnis-minuman-es-teh-Lzdwjg0oIL.png Peluang Bisnis Minuman Es Teh. (Foto: Okezone.com/Royal Cup Coffee)

JAKARTA - Peluang bisnis minuman es teh di tengah pandemi Covid-19 masih menjanjikan dalam memberikan keuntungan. Sekarang ini sudah banyak gerai minuman es teh kekinian yang bahkan sedang naik daun.

Pasalnya, bisnis minuman es teh tidak terlalu sulit untuk dimulai. Karena itu, berbagai brand minuman es teh terus bermunculan baik yang lokal maupun global.

Banyak yang mengatakan dari sisi keuntungannya, menjalankan usaha teh kekinian dapat menghasilkan untung cukup besar. Bahkan bisa lebih besar dari rata-rata penjualan kopi susu kekinian. Selain itu bisnis teh kekinian juga bisa dijalankan dari rumah.

Tapi bagaimana sebenarnya peluang usaha bisnis es teh saat ini?

Karena itu Founder sekaligus Group CEO Baba Rafi Enterprise Hendy Setiono akan memberikan pandangannya, terutama bagi calon pengusaha yang ingin terjun langsung berjualan es teh kekinian. Dirinya sendiri belum lama ini meluncurkan brand es teh kekinian, Menantea, dengan berkolaborasi bersama influencer Jerome Polin.

Baca Juga: Ide Bisnis Kue Tradisional Klepon, Ini Besaran Modal dan Analisis Usahanya

Hendy blak-blakan menjelaskan dari sisi peluang bisnis, minuman teh kekinian diakuinya sedang naik daun. Karena setidaknya dalam beberapa tahun terakhir ada dua jenis pasar minuman yang sangat luas yaitu kopi dan teh. Dengan daya konsumsi masyarakat yang besar, membuat kedua jenis minuman ini didominasi pemain skala besar baik lokal dan internasional. Pemain lokal minuman kopi yang sudah dikenal publik yaitu Janji Jiwa dan Kopi Kenangan. Sementara brand teh baru mulai digarap dalam 2-3 tahun terakhir.

Sebelumnya memang teh hangat atau teh poci sudah lebih dulu digarap di berbagai rumah makan. Lalu kini muncul era baru es teh kekinian mengikuti kopi kekinian dengan gerai-gerai simpel dan kemasan takeaway.

Untuk karakter penikmat teh disebutnya punya ciri khas yaitu kategori yang benar-benar pecinta teh atau orang yang tidak suka kopi.

Baca Juga: Peluang Bisnis Es Campur

Pasar minuman teh di Indonesia masih sangat besar, ditandai dari selama ini banyak pemain asing yang mendominasi. Salah satunya adalah minuman Boba yang cukup hits dan berasal dari Taiwan. Boba juga dikenal dengan nama zenzhu naicha atau susu teh dengan bola tapioka. Di Indonesia, minuman ini terkenal dengan sebutan bubble tea.

Sementara dari brand asing yang berkembang juga datang dari Taiwan seperti Chatime. Lalu untuk brand pemain lokal yang terkenal dengan beberapa brand yaitu Haus, esteh Indonesia, dan Menantea.

Perkembangan pesat teh kekinian di Indonesia juga meriah dari sisi investor modal Ventura. Terdapat aliran modal masuk cukup cukup besar karena pangsa pasarnya yang menarik. Ini menjadikan pemain es teh jadi berkembang karena dukungan investasi dari modal ventura yang masuk. Sementara brand Menantea saat peluncuran sudah ditunggu oleh 89 calon mitra yang antri ingin buka cabang. Antrian ini terjadi hanya dalam 60 hari sejak diluncurkan.

Dia menyebut minuman es teh kekinian telah mengalami banyak modifikasi. Mulai dari teh dengan varian buah-buahan yang disukai milenial, hingga Oolong tea atau teh dasar.

Dari sisi market Indonesia, Hendy menyebut es teh menjanjikan karena belum seramai kopi sehingga potensinya besar. Bagi yang berminat, maka langkah pertama untuk pemain baru sebaiknya melakukan identifikasi siapa calon target marketnya. Karena sangat luas ragamnya. Mulai dari yang menengah bawah, hingga premium dengan brand franchise ternama. Mulai dari usia muda hingga yang lebih mapan. Jadi tergantung mau dijual ke siapa dulu.

Lalu apakah harus menggunakan franchise atau brand sendiri? Dirinya mengaku ada plus minusnya. Dengan franchise akan menjanjikan. Contohnya brand Menantea menghasilkan dobel digit penjualan per hari. Ini membuat permintaan franchise tinggi dan setiap kali grand opening selalu ramai pengunjung.

Tapi pebisnis bisa juga melakukannya sendiri dengan beberapa tips. Salah satunya adalah memiliki konsep story telling dan melibatkan netizen saat persiapannya. Seperti Menantea yang mendekatkan netizen dengan brand.

Secara bahan bakunya dia menyebutkan dari bahan lokal tanah air sebenarnya sudah banyak varian teh lokalnya. Namun varian teh impor juga bisa menjadi opsi.

Mengenai menu pendamping, menurutnya minuman teh bisa dikombinasikan dengan makanan. Tapi sekarang ini menjadi menu atau minuman utama bukan lagi substitusi.

Dalam hal tampilan, dia menyarankan dengan konsep take away dengan penjualan online. Ini tentu akan membuat simpel dan semakin mudah. Gerai simple store jadi daya tarik tersendiri bagi es teh kekinian karena beda dengan coffee shop yang lebih luas. Sementara keuntungan lain gerai minimalis adalah cost investasi yang kecil dan menghasilkan traffic penjualan tinggi.

Secara modal awal dirinya menyebutkan investasi awal di kisaran Rp90-125 Juta sebagai modal membangun brand teh sendiri, outlet yang simpel. Namun ada tantangannya yaitu dalam menjalankan proses marketing karena bergerak sendiri.

Sementara dengan modal yang cukup Rp125 juta untuk membayar franchise fee dengan ditambah Rp50 juta untuk peralatan selama 3 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini