Hitung-hitungan Beli Rumah agar Cepat Lunas, Begini Caranya

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 05:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 622 2428949 hitung-hitungan-beli-rumah-agar-cepat-lunas-begini-caranya-urmeMKzdpr.jpg Rumah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Memiliki rumah pribadi adalah impian semua orang, terutama bagi yang telah berkeluarga. Namun, tidak jarang banyak yang tidak dapat mewujudkan impian tersebut seiring dengan harga rumah yang kian melambung.

Memiliki rumah sebagai tempat tinggal memang menjadi prioritas utama. Hal tersebut juga diakui oleh perencana keuangan dan CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie.

“Untukku memiliki rumah tinggal memang menjadi prioritas utama. Memang kami beruntung bisa mewujudkan impian itu sebelum usia 30 tahun & melunasinya sebelum usia 40 tahun,” tulis Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga: 8 Kesalahan saat Menjual Rumah, Harus Dihindari!

 

Prita mengatakan, dia dapat mewujudkan impian tersebut tentunya dengan perjuang tersendiri. Sebab, dia percaya bahwa setiap orang akan punya financial journey masing-masing.

“Namun, aku percaya setiap orang akan punya Financial Journey nya masing-masing. Apa pun jalan yang kalian pilih, please usahakan untuk memiliki hunian yang lunas saat masuk usia pensiun ya,” katanya.

Prita juga memberikan tips berhitung beli rumah versi dia. Hitungan pertama, selalu dimulai dengan berapa harga rumah yang mampu #temanPrita beli.

Sebagai contohnya, untuk yang berpenghasilan sekitar Rp325juta/tahun. Harga rumah yang ingin dibeli 5X dari jumlah penghasilan per tahun, yakni dengan total Rp1,625 miliar.

“Artinya, kisaran harga rumah yang dicari antara Rp1 miliar – Rp1,5 miliar. Dengan rincian harga beli rumah Rp1,35 miliar, biaya-biaya sebesar 10% Rp135 juta, sehingga total harga rumah senilai Rp1,485 juta” tulis Prita.

Biaya beli rumah 10% dengan rincian biaya cek sertifikat, biaya akta jual-beli, biaya balik nama, biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), Biaya BPHTB, jasa notaris, dan biaya KPR: provinsi dan asuransi kredit.

Lalu, hitungan kedua adalah dana untuk membelinya. Untuk yang sudah mempunyai dana cash untuk membayar lunas rumah, tentu saja dipersilakan. Akan tetapi, Prita menjelaskan, pertama, usahakan sudah ada dana darurat yang ideal di rekening tabungan terpisah. Kedua, ada dana tambahan untuk mengisi rumah tinggal. Dan ketiga, ada alokasi dana untuk membeli polis asuransi kerugian untuk properti.

“Untuk yang perlu dibantu pinjaman, maka pastikan kita sudah mempersiapkan Down Payment yang dibutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, kata Prita, membeli rumah idealnya memang dilakukan saat masa produktif. Namun, tidak masalah misalkan belum bisa membeli rumah di usia 30an.

“Misalkan belum bisa membeli di usia 30an sebenarnya tidak masalah, asalkan: rumah tinggal bisa berstatus lunas sebelum memasuki usia pensiun. Memiliki biaya pemeliharaan yang cocok dengan kemampuan finansial, dan bisa mencukupi kebutuhan hunian bagi kita sebagai pemiliknya. So, no more insecurities lagi ya #temanPrita,” ujar dia.

Lanjutnya, hitungan terakhir, jika impian #temanPrita adalah bisa mencapai financial independence before 60, maka punya rumah yang sudah lunas di masa itu memang salah satu checklist yang perlu dipenuhi.

Prita menambahkan, untuknya pribadi membeli rumah tinggal memang menjadi tujuan keuangan prioritas saat berani memutuskan menikah dan bahkan memiliki anak.

“Tetapi, kita juga saling paham bahwa keputusan setiap orang untuk mau beli rumah sekarang vs tunda nanti dan beli sekarang nyicil vs beli nanti cash adalah hak kalian, karena your life is your responsibility,” tutup dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini