Ditemukan Deposito Bodong Rp20,1 Miliar, BNI Tempuh Jalur Hukum

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 278 2429482 ditemukan-deposito-bodong-rp20-1-miliar-bni-tempuh-jalur-hukum-AAADFqMDhv.jpg Bank BNI Bawa Kasus Hilangnnya Deposito Nasabah ke Ranah Hukum. (Foto: Okezone.com/BNI)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membawa masalah klaim raibnya deposito nasabah sebesar Rp20,1 miliar ke ranah hukum.

Perseroan memastikan tidak ada dana yang masuk dalam kasus dugaan pemalsuan bilyet deposito tersebut dan menduga ada pemalsuan bilyet deposito di Kantor Cabang BNI Makassar.

Baca Juga: Tutup 96 Kantor Cabang, BNI Pastikan Tak PHK Karyawan

Corporate Secretary BNI, Mucharom mengatakan, pihaknya menjamin keamanan seluruh dana nasabah yang disimpan di BNI dan Perseroan juga menjamin bahwa pelayanan di BNI tetap berjalan normal.

"Terkait dengan kasus dugaan pemalsuan bilyet deposito di Kantor Cabang BNI Makassar, Perseroan telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak yang berwenang dan untuk selanjutnya, Perseroan mendukung seluruh proses hukum yang dilaksanakan atas hal ini," ujar Mucharom dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga: BNI Siapkan Uang Tunai Rp12,9 Triliun untuk Lebaran

Mucharom menambahkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh nasabah untuk mengaktifkan BNI Mobile Banking, sehingga dapat memeriksa kondisi rekeningnya setiap saat, baik terkait dana masuk maupun dana keluar, serta transaksi keuangan lainnya.

"Serta Perseroan meminta kepada seluruh nasabah, untuk wajib menjaga kerahasiaan data pribadi dan fasilitas perbankan yang dimilikinya," kata dia.

Sebelumnya dikabarkan salah satu nasabah BNI di Makassar mengaku tidak bisa mencairkan deposito senilai Rp 20,1 miliar karena dinyatakan tidak ada di dalam sistem. Padahal, nasabah tersebut mengaku menaruh uangnya melalui sistem real time gross settlement (RTGS) dari bank lain ke BNI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini