Turun 0,31%, Harga Emas Dijual USD1.777/Ounce

Antara, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 320 2429447 turun-0-31-harga-emas-dijual-usd1-777-ounce-IoBTIc7yW6.jpg Harga Emas Turun. (Foto: Okezone.com/Freepik)

CHICAGO - Harga emas turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) atau berbalik melemah dari kenaikan sebelumnya. Harga emas tertekan ketika investor mengalihkan perhatian pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell terkait kebijakan suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange turun USD5,5 atau 0,31% menjadi USD1.777,40 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (21/6/2021), emas berjangka melonjak USD13,9 atau 0,79% menjadi USD1.782,9.

Baca Juga: Harga Emas Balik Menguat USD13,9/Ounce

Investor menunggu kebijakan Ketua The Fed Jerome Powell. Di mana Powell mengindikasikan bahwa The Fed mulai membahas pengurangan program pembelian aset, yang telah memberi tekanan pada emas.

"Pasar emas sekarang harus mencari tahu apakah FOMC (Komite Pasar Terbuka Federa) Juni memang merupakan perubahan struktural dalam prospek," kata Citi Research dalam sebuah catatan, dikutip dari Antara, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga: Emas Antam Naik, Harganya Dijual Rp932.000/Gram

"Peningkatan perkiraan pertumbuhan dan inflasi Fed, serta proyeksi pasar tenaga kerja yang lebih baik, dapat mendorong penurunan harga emas dalam jangka sangat pendek," tulis Citi Research.

Sementara itu, Kepala Analis Pasar CMC Markets, ​​​​​​​Michael Hewson mengatakan, aksi jual emas baru-baru ini sedikit terlalu agresif dan pasar mencerna perubahan kebijakan The Fed.

 "Kita bisa melihat beberapa rebound selama beberapa hari ke depan menuju area USD1.800-1.820," ujarnya.

Sementara itu, harga logam mulia seperti perak untuk pengiriman Juli turun 16,8 sen atau 0,65% menjadi USD25.857 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD19,6 atau 1,87% menjadi USD1.070,20 per ounce.

Sebagai informasi, harga emas telah kehilangan 5,9% pada minggu lalu atau menjadi penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2020. Hal tersebut setelah Fed mengisyaratkan suku bunga bisa naik pada 2023.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini