Bahlil: Saatnya Indonesia Jadi Pemain Besar Baterai Mobil Listrik

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 320 2430284 bahlil-saatnya-indonesia-jadi-pemain-besar-baterai-mobil-listrik-ZtBaZYGIX4.jpg Menteri Investasi Bahlil (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan, sudah saatnya Indonesia menjadi pemain besar dalam industri kendaraan listrik. Pasalnya kini Indonesia tengah membangun Electric Vehicle (EV) kendaraan listrik di dalam negeri pada 2023 mendatang.

Dengan begitu, Indonesia bukan saja dikenal masyarakat dunia karena sektor pariwisatanya, namun juga karena industri kendaraan listrik.

Baca Juga: Target 2030, Indonesia Produksi 600 Mobil Listrik

"Indonesia menurut saya sudah saatnya keluar menjadi pemain terbesar dunia, sehingga dunia mengenal Indonesia tidak hanya sebagai Bali dengan pariwisatanya, tapi dunia harus mengenal Indonesia sebagai negara industrialis yg menghasilkan baterai mobil listrik," ujar Bahlil, dalam Webinar, Kamis (24/6/2021).

Dalam konteks itu, pemerintah telah menyusun berbagai langkah strategi atau master plan yang komprehensif. Dimana, salah satu poin utama yang didorong pemerintah adalah investasi asing.

Baca Juga:  Ada 5 Hypercar Listrik di Dunia Saat Ini, Mana Kesukaanmu?

"Komitmen kita sekarang adalah mendorong terjadinya industri. Maka karena itu kita stop ekspor nikel agar penambah nikel di negara kita tidak kena dampak kebijakan negara, maka kita kita bikin HPM agar penambang bisa tetap hidup," kata dia.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) industri baterai kendaraan listrik akan dilakukan pemerintah pada akhir Juli 2021 mendatang. Awal pembangunan tersebut usai dilakukannya penandatangan pabrik baterai sel (cell battery).

Bahlil menyebut, pada Juni 2021 penandatanganan cell battery dengan mitra kerja akan dilakukan. Usai kesepakatan itu, proses groundbreaking pun dijalankan.

Adapun kemitraan yang dimaksud bersama dengan perusahaan electric vehicle asal Korea Selatan, LG Energy Solution Ltd (LG) dan Contemporary Amperex Technology (CATL) asal China.

"Saya di bulan ini akan menandatangani perjanjian untuk memulai baterai cell-nya yang insya Allah groundbreaking pertama di akhir Juli atau awal Agustus," tutur dia.

Dalam menjalankan bisnisnya, Battery Corporation (IBC)/Indonesia Battery Holding (IBH) ditunjuk pemerintah sebagai pihak pengelolaan industri kendaraan listrik. IBC adalah konsorsium empat BUMN sektor pertambangan dan energi.

Keempat perusahaan pelat merah itu adalah Holding Industri Pertambangan (MIND ID) atau Inalum, PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero), dengan komposisi saham sebesar masing-masing 25%.

Untuk proses awal, IBH akan fokus di hilir terlebih dahulu, baru kemudian di sisi hulu. Ini agar mencegah bahan baku tidak diekspor menjadi bahan setengah jadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini