Peluang Usaha Keripik Jamur, Ayo Segera Dicoba!

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 455 2430184 peluang-usaha-keripik-jamur-ayo-segera-dicoba-zhqnBpvnGh.jpg Peluang Usaha Keripik Jamur. (Foto: Okezone.com/Booyosmenu)

JAKARTA - Peluang usaha keripik jamur menjadi salah satu bisnis yang bisa digeluti. Pasalnya usaha keripik jamur diyakini masih menguntungkan.

Usaha keripik jamur ini hanya mengolah jamur menjadi camilan ringan yang gurih, renyah dan rasanya lezat. Makanan ini pun banyak disukai dan dinikmati masyarakat Indonesia.

Jadi walaupun ekonomi masyarakat sedang menurun, tapi usaha keripik jamur masih menjanjikan. Tren masyarakat untuk pola hidup sehat membuat keripik jamur bisa punya peluang lebih dibandingkan cemilan yang kurang sehat.

Baca Juga: Kisah Tukang Parkir yang Kini Punya Mobil Mewah karena Main Bitcoin dan Saham

Karena dari sisi bahan bakunya yang layak konsumsi. Tapi bagaimana sih sebenarnya peluang usaha kripik jamur khususnya bagi yang mau memulai bisnis?

Pemilik Usaha Ardhana Food Dafid Fatkurrohman dan istrinya Naili Alfina menjelaskan seluk-beluk usaha keripik jamur. Suami istri ini kompak loh berbagi peran. Sementara Dafid mengurus operasional, sang istri fokus untuk bidang marketing Ardhana Food.

Ardhana Food berlokasi di Kandat, Kediri, Jawa Timur. Usaha home industry ini memproduksi cemilan sejak tahun 2016 silam.

Baca Juga: Wow! Ada Bonsai Sultan, Harganya Setengah Miliar Rupiah!

Produk andalannya sejak berdiri adalah kripik jamur tiram dengan brand Kelud Jamur Krispi. Lalu kemudian brand tersebut berganti jadi Cloud Mushroom Chips hingga kini.

Naili bercerita awal usaha mereka dirintis di tahun 2016 dan semakin diseriusi di tahun 2017. Modal awal jujur disebutnya hanya di bawah Rp1 Juta. Karena usaha mereka banyak terbantu karena didukung lingkungan keluarga adalah para petani jamur. Pengalamannya berjualan hanya pernah melakoni reseller kripik tahu.

Dia mengaku memilih kripik jamur karena bahan baku jamur melimpah di sekitar rumahnya. Lalu kripik jamur juga lebih unggul karena tahan lama bisa hingga 7 bulan hanya di suhu ruang. Sementara bila dalam bentuk frozen food akan membutuhkan kulkas freezer untuk penyimpanan. Ini yang membuat produknya disukai para reseller, agen, serta distributor.

Produknya juga unggul karena tidak menggunakan bahan pengawet dan sudah memiliki hasil uji nutrisi. Bahkan khusus untuk varian rasa original disebutnya cemilan bebas MSG. Sementara varian rasa lainnya masih dalam kategori layak konsumsi.

Bahan baku jamur ada di setiap daerah dan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk membuat kripik jamur dia menjelaskan intinya jamur yang digunakan harus masih segar. Jamur biasanya dipanen subuh lalu harus diproses juga di hari yang sama demi menjaga kesegaran. Lalu untuk mencari kualitas jamur yang bagus, carilah jamur yang pinggirnya tidak ada retak. Pada tekstur luar juga tidak boleh terlalu kering atau terlalu basah. Pada dasarnya macam-macam jamur bisa dijadikan kripik seperti jamur kuping, jamur item, ataupun enoki juga bisa digunakan. Namun umumnya orang akan memilih jamur tiram.

Walaupun di tengah tekanan ekonomi tapi dirinya tidak hilang akal dan terus beradaptasi. Buktinya dari sisi pendapatan di masa pandemi ini, omzetnya sudah tertekan separuh jadi sekitar Rp50 jutaan per bulan. Sementara di masa sebelum pandemi omzet biasanya tembus Rp100 Jutaan.

Walaupun demikian dia masih optimistis kripik jamur masih memiliki potensi market yang bagus sekali. Dengan jumlah penduduk Indonesia, para pemainnya belum banyak di Indonesia. Namun dia menyarankan bagi para pemula yang ingin usaha kripik jamur sebaiknya jangan langsung jadi produsen yang memproduksi kripik jamur.

Karena dari pengalamannya, kemampuan berjualan jauh lebih penting dibanding memproduksi. Produk yang tidak bisa dijual jauh lebih besar resikonya. Karena itu dia menyarankan sebaiknya mulai dengan jadi reseller, lalu berkembang jadi agen, hingga distributor.

Dengan terus berproses dan naik kelas maka otomatis market juga akan ikut terbentuk. Apa keuntungannya? Tentunya bila ada produk baru akan lebih mudah menyesuaikan karena target marketnya jelas. Bila keduanya sudah cocok ya tinggal disodorkan ke konsumen. Jadinya produk baru lebih mudah diterima kalau pasar terbentuk.

Keuntungan lain jadi reseller adalah tidak membuat proses belajar pebisnis jadi tumpang tindih. Karena bisa-bisa pebisnis akan keteteran mengurus jualan sekaligus memperbaiki produk. Keduanya jelas butuh fokus yang berbeda loh.

Bagi yang berminat mulai bisnis kripik jamur dia memberikan gambaran modal awal cukup dengan alat penggorengan dan mesin pengering. Jadi modal awalnya bisa di kisaran Rp5 juta hingga Rp10 Juta. Sedangkan untuk bahan baku tergantung kebutuhan.

Namun bila memulai sebagai reseller, pebisnis bisa langsung berjualan tanpa modal dengan sistem dropship. Modalnya cukup hanya kuota dan kegigihan. Dalam hal margin untuk para penjual disarankan mengambil 25% dari HPP. Karena margin akan dibutuhkan untuk pengembangan usaha dan berbagai printilan kebutuhan lainnya. Mulai dari biaya marketing, gaji admin, hingga sewa tempat

Namun dia juga mengingatkan terdapat risiko sebagai reseller yaitu mudah terlena dan menyerah. Berdasarkan pengalamannya merekrut reseller, mayoritas akan menyerah dalam 3 bulan atau maksimal di 6 bulan pertama. Karena biasanya pada masa awal berjualan mereka pertama-tama akan berjualan di lingkungan keluarga dan teman-teman. Lalu setelah icip-icip pertama, biasanya jarang yang melakukan repeat order. Menurutnya ini kesalahan umum para pebisnis yang tidak memperluas marketnya. Caranya bisa beragam.

Walaupun banyak yang berhenti namun kini masih terdapat 200 an total jaringan penjualannya. Dari jumlah tersebut hanya ada dua distributor di Sidoarjo dan Bekasi, sedangkan sisanya agen dan reseller. Volume produksi di masa pandemi hanya 35 kg per hari atau sekedar menyesuaikan pesanan. Walaupun sempat di awal-awal pandemi hingga Desember tahun lalu produksinya di level 100 kg per hari. Hingga akhirnya sejak 2021 mereka lebih memilih menyesuaikan produksi dengan orderan.

Walaupun tidak banyak, tapi tantangan yang dirasakannya adalah dalam memperluas pasar. Strategi yang dilakukan bisa menggunakan digital marketing seperti medsos dan market place. Pebisnis bisa mengalokasikan biaya dan mengulik strategi menggunakan Instagram Ads dan Facebook Ads. Selain itu juga bisa mengalokasikan bujet untuk endorse influencer.

Terakhir dia membagikan tips memilih supplier kripik jamur yang baik. Menurutnya cara memilih supplier; pertama harus perhatikan apakah mereka melakukan banting harga jual di market place. Karena sebagai reseller, kita akan susah menjualnya lagi.

Berikutnya stok harus siap bila dipesan. Kemudian harga ke end user harus beda dengan yang diberikan ke reseller. Sebaiknya juga yang memiliki izin produk atau sertifikasi dari BPOM.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini