Jokowi: Defisit Anggaran Dibiayai dari Sumber yang Aman

Dita Angga R, Jurnalis · Jum'at 25 Juni 2021 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 320 2430795 jokowi-defisit-anggaran-dibiayai-dari-sumber-yang-aman-XjnE8lCytt.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai langkah extraordinary dalam menghadapi pandemi covid-19. Termasuk dengan perubahan pada alokasi pendapatan dan belanja negara (APBN) serta pelebaran defisit anggaran.

“Refocusing dan realokasi anggaran di seluruh jenjang pemerintahan dan memberi ruang relaksasi defisit APBN dapat diperlebar di atas 3% selama 3 tahun,” katanya saat menerima hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun 2020 di Istana Negara, Jumat (25/6/2021).

Baca Juga: Duh! APBN Tekor Rp219,3 Triliun hingga Mei 2021

Dia mengatakan bahwa pelebaran defisit harus dilakukan karena pendapatan mengalami penurunan di saat pandemi ini. Di sisi lain kebutuhan belanja juga terus meningkat.

“Pelebaran defisit harus kita lakukan mengingat kebutuhan belanja negara makin meningkat untuk penanganan kesehatan dan perekonomian pada saat pendapatan negara mengalami penurunan,” ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Rawan Bencana, APBN Tak Cukup Butuh Swasta

Pada kesempatan itu Jokowi juga memastikan bahwa defisit anggaran dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman. Di sisi lain dilakukan secara hati-hati dan terukur.

“Defisit anggaran dibiayai dengan memanfaatkan sumber sumber pembiayaan yang aman. Dilaksanakan secara responsif mendukung kebijakan counter cyclical. Dan akselerasi pemulihan sosial ekonomi dikelola secara hati-hati, kredibel dan terukur,” tuturnya.

Lebih lanjut dengan berbagai kebijakan keuangan yang telah dikeluarkan pemerintah di masa pandemi telah mampu menjaga ekonomi Indonesia. Meskipun diakuinya pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami kontraksi pada kuartal II tahun 2020.

“Dengan berbagai respons kebijakan tersebut, Alhamdulillah kita mampu menangani peningkatan belanja kesehatan dan sekaligus menjaga ekonomi Indonesia dari berbagai tekanan. Meskipun kita sempat mengalami kontraksi yang dalam di kuartal II tahun 2020 yaitu -5,32%. Tapi di kuartal berikutnya kita melewati rock bottom ekonomi Indonesia tumbuh membaik. Sampai kuartal I 2021, kita berada di -0,74%,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini