Sri Mulyani Dapat Hasil Pemungutan PPN Netflix hingga TikTok Rp2,25 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 320 2432148 sri-mulyani-dapat-hasil-pemungutan-ppn-netflix-hingga-tiktok-rp2-25-triliun-uRBHezg2Pq.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani soal PPN Perusahaan Internasional Berbasis Digital. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

 JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendapat Rp2,25 triliun dari pajak pertambahan nilai (PPN) perusahaan internasional berbasis digital hingga 16 Juni 2021. Di antaranya layanan streaming seperti Netflix, Spotify, hingga TikTok.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, sudah ada 75 perusahaan yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagai pemungut PPN yang diserahkan kepada negara.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Banyak Perusahaan Rugi dan Tak Bayar Pajak

"Era digital sebagai platform utama termasuk ekomomi. Kita melakukan kesetraaan pemungutan PPN untuk produk dalam digital dan luar negeri. Ini kita bangun melalui saluran elektronik. Kita mendapatkan 75 perusahaan yang dipungut pajak penerimannya Rp2,25 triliun ini seperti profuk digital streaming dan lain-lain," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (28/6/2021).

Kata dia, era digital yang semakin berkembang membuat pemerintah melakukan kesetaraan di dalam pemungutan PPN, yakni antara produk digital dalam negeri dengan produk digital dari luar negeri.

Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Sekolah Bakal Kena Pajak

"Dan ini kita bangun melalui perdagangan melalui saluran elektronik, dimana asing maupun domestik yang menjual produk digital yang berasal dari luar negeri kepada konsumen di Indonesia sebagai pemungut PPN," bebernya.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menunjuk delapan perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atas produk digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia.

Adapun delapan perusahaan ditunjuk di antaranya adalah TunnelBear LLC, Xsolla (USA), Inc, Paddle.com Market Limited, Pluralsight, LLC, Automattic Inc, Woocommerce Inc, Bright Market LLC, PT Dua Puluh Empat Jam Online.

Adapun jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan sebesar 10 persen dari harga sebelum pajak dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN. Nantinya khusus marketplace yang merupakan wajib pajak dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemungut, maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini