Mal Dibatasi Sampai Pukul 17.00, Pengusaha Angkat Bicara

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 320 2432218 mal-dibatasi-sampai-pukul-17-00-pengusaha-angkat-bicara-xQTJeobLs9.jpg Jam Operasional Mal Dibatasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro seperti mal akan dibatasi kegiatan operasionalnya. Mal hanya boleh beroperasi sampai pukul 17.00. Dan untuk restoran hanya diizinkan untuk take away dibatasi sampai pukul 20.00.

Menyikapi kebijakan tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja memproyeksi jika aturan PPKM Mikro yang diberlakukan kembali akan menurunkan tingkat kunjungan cukup drastis.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Mal Dibatasi Sampai Jam 17.00 dan Restoran Hanya Take Away

Menurutnya, kebijakan ini kurang adil karena hanya menyasar lokasi yang dianggap mampu menjalankan protokol kesehatan.

"Pembatasan tidak akan efektif jika hanya diberlakukan terhadap fasilitas - fasilitas yang selama ini memiliki kemampuan dan telah dapat menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat, disiplin dan konsisten. Salah satunya seperti Pusat Perbelanjaan," kata Alphonsus saat dihubungi Okezone di Jakarta (28/6/2021).

Baca Juga: Operasional Mal Dibatasi, Pengusaha Khawatir Okupansi Cuma 10%

Menurutnya, justru penyebaran saat ini telah terjadi di lingkungan dan komunitas yang lebih kecil. "Sehingga pembatasannya harus dengan konsep mikro. Karena lockdown adalah bukan opsi untuk saat ini," tambahnya.

Dia mengungkapkan, sebelumnya PPKM Mikro telah terbukti cukup efektif untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19 yang mana pada saat bersamaan juga kegiatan ekonomi masih bisa berlanjut meski masih jauh dari normal.

Dari kondisi - kondisi tersebut, dia menilai lonjakan jumlah kasus positif Covid19 disebabkan oleh tidak adanya konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan.

"Setiap pemberlakuan pembatasan harus selalu disertai dengan penegakan atas penerapan Protokol Kesehatan yang ketat, disiplin dan konsisten," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini