Dirut BSI Ungkap Reformasi Digital Banking Menuju Bank 4.0

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2021 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 320 2433250 dirut-bsi-ungkap-reformasi-digital-banking-menuju-bank-4-0-gJfhK6e3RW.jpg Perbankan (Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi menyebut bahwa ekonomi digital memiliki peluang besar di Indonesia. Kondisi pandemi Covid-19, ditambah dengan berkembangnya ekonomi digital di Indonesia, turut mempercepat industri perbankan berevolusi menjadi 4.0.

"Taglinenya adalah banking everywhere. Disini kita melihat bahwa bank dituntut untuk memfasilitasi nasabah dalam melakukan transaksi atau layanan perbankan di luar channel milik perbankan," ujar Hery dalam Webinar HUT Koran Sindo ke-16 sesi I bertajuk "Bank Digital: Solusi Kemudahan Bertransaksi di Tengah Pandemi" di Jakarta, Rabu(30/6/2021).

Lanjut dia mengatakan, konsep open banking dengan menggunakan Artificial Programming Interface (API) itu membuat bank memiliki kelebihan dan kemudahan dalam terkoneksi dengan e-commerce, media sosial, dan yang lain sebagainya.

Baca Juga: Menko Luhut Tawarkan Arab Saudi Investasi di Bank Syariah Indonesia

Ini yang kemudian membedakan Bank 4.0 dari Bank 1.0, 2.0, dan 3.0 yang masih terbatas dari sisi kanal distribusi dan akses nasabah untuk menjangkau layanan ataupun produk bank.

"Fenomena ini kemudian menyebabkan shifting perspective, dari bank yang tadinya product centricity menjadi customer centricity karena adanya perubahan perilaku dan kebutuhan masyarakat sebagai customer," ucap Hery.

Dia menyebutkan, peran data analytics penting. Dari internal, bank akan menjadi lebih robust karena menyadari kebutuhan dari tiap segmen bank berbeda. Nantinya, product offering, pola layanan, dan kanal yang digunakan juga akan berbeda.

Baca Juga: BSI Salurkan Pembiayaan hingga Rp159,1 Triliun

"Pengembangan channel-channel ini juga akan makin modern, ini memberikan solusi 24/7 untuk nasabah," tambahnya.

Hal ini, kemudian mendorong perbankan untuk terus mereformasi bagaimana bank menjual produk-produknya. Awalnya dulu ada produk tradisional seperti tabungan, giro, dan deposito, lalu beralih ke product/solution packages seperti cash management system, internet banking, dan bank at work.

"Sekarang sudah menuju beyond banking, di mana bank menawarkan di luar produk perbankan, seperti API, ziswaf, dan donasi misalnya, dan juga terus berinovasi untuk menghadapi tantangan digital," tutur Hery.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini