Menko Airlangga Beberkan Jurus Tingkatkan Ekspor UMKM

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2021 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 320 2433366 menko-airlangga-beberkan-jurus-tingkatkan-ekspor-umkm-8i3VWCeEmn.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga tren positif dan memacu peningkatan ekspor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu yang akan dilakukan dengan mendorong penciptaan eksportir baru dari kalangan pelaku usaha UMKM.

Menurut Airlangga, berbagai strategi yang dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan ekspor nasional diantaranya, pertama, menjaga pasar dan produk utama yaitu di 10 negara tujuan utama sebesar 70 persen dari total ekspor di tahun 2020 dan 10 produk utama yang mencapai 60 persen dari total ekspor di 2020.

"Seperti misalnya lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektrik, serta pakaian dan aksesoris," ujar Airlangga dalam Webinar HUT ke 16 Koran Sindo dengan tema 'Asa UMKM Merajai Pasar Internasional, Rabu (30/6/2021).

Baca Juga: Pengusaha Minta Stimulus UMKM Dilanjutkan hingga Tahun Depan

Kedua, Airlangga menuturkan, pemerintah akan memfokuskan kepada pelaku UMKM atau Industri Kecil Menengah ( IKM) untuk berorientasi ekspor melalui peningkatan kapasitas UMKM/IKM ekspor yang sudah ada agar naik kelas dan mampu meningkatkan nilai ekspornya serta pembinaan wirausahawan ekspor baru dari kalangan UMKM/IKM.

"Jumlah UMKM/IKM yang ekspor di tahun 2020 tercatat sebanyak 13.000an eksportir, namun kontribusi nilai ekspor UKM baru sebesar 11 persen dari total nilai ekspor tahun 2020," kata dia.

Ketiga, Airlangga mengatakan, pemerintah akan melakukan penetrasi ekspor ke negara non tradisional market seperti Afrika, Timur Tengah, Eurasia, dan Amerika Latin. Lalu, keempat, yaitu utilisasi perjanjian dagang baik ETE, FTE, dan CEPA.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik BLT UMKM Rp1,2 Juta Cair, Eh Pelaku Usaha Diam Doang

"Kelima, implementasi dari reformasi regulasi melalui Undang-undang Cipta Kerja yaitu penyederhanaan, kepastian dalam proses perizinan, dan persetujuan ekspor impor," ucapnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mendorong kepada pelaku UMKM agar go digital ke sejumlah platform digital dan program lainnya seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).

"Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dimana hingga akhir tahun 2020 terdapat 11,7 juta UMKM on board dan diharapkan jumlah UMKM yang go digital akan mencapai 30 juta UMKM," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini