Share

4 Fakta IPO Unicorn Naikkan Bobot Saham Indonesia

Feby Novalius, Okezone · Sabtu 03 Juli 2021 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 278 2434465 4-fakta-ipo-unicorn-naikkan-bobot-saham-indonesia-7yjsb66JiH.jpg BEI Permudah IPO Unicorn. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah sejumlah peraturan khususnya terkait kriteria papan pencatatan saham. Hal ini dilakukan untuk mengakomodir perusahaan rintisan (startup) unicorn supaya segera melakukan penawaran umum perdana saham.

Menurut BEI, masuknya perusahaan-perusahaan rintisan (startup) unicorn di pasar modal Indonesia bisa meningkatkan pembobotan saham Indonesia.

Okezone pun merangkum fakta menarik terkait IPO Unicorn yang dinilai bisa naikkan bobot saham di Indonesia, Sabtu (3/7/2021):

1. IPO Unicorn Tingkatkan Bobot Saham RI

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Laksono W. Widodo mengatakan, dengan startup unicorn melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dapat menambah jumlah investor di Indonesia, baik investor ritel, institusi, domestik, dan asing.

Baca Juga: Incar Rp7,2 Triliun, Harga IPO Donat Krispy Kreme Turun Jadi Segini

"Dengan pertambahan investor ini tentunya kami harapkan rata-rata transaksi harian kita bisa meningkat sehingga meningkatkan likuiditas market kita," ujar Laksono dalam video conference RUPST BEI.

2. BEI Ubah Aturan IPO

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, Bursa melalui Peraturan I-A yang berlaku saat ini mewajibkan Calon Perusahaan Tercatat untuk sudah membukukan laba usaha paling tidak dalam kurun satu tahun terakhir untuk dapat tercatat di Papan Utama.

Baca Juga: Perusahaan Taksi Online China IPO, Pemiliknya Kini Jadi Miliarder Dunia

"Bursa berupaya menjadi Bursa yang adaptif terhadap kebutuhan stakeholder nya, termasuk unicorn di Indonesia, agar dapat memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan mereka untuk bisa growth," ujar Nyoman.

3. IPO Unicorn Tambah Pilihan Investasi

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Laksono W. Widodo menambahkan, dengan semakin tingginya likuiditas market pasar modal Indonesia dan semakin banyaknya pilihan investasi yang ada di BEI diharapkan juga pembobotan saham Indonesia di Morgan Stanley Capital International (MSCI), indeks-indeks regional maupun internasional bisa meningkat.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Seperti kita ketahui Indonesia dan juga banyak negara berkembang seperti Filipina dan Thailand itu pembobotan MSCI nya agak turun karena semakin besarnya bobot dari Cina itu karena walaupun secara ekonomi maupun teknologi mereka sudah dianggap negara maju, cuma secara pasar modal mereka masih dianggap negara berkembang," kata dia.

4. Kapan Unicorn IPO di BEI?

BEI intensif berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan unicorn di Tanah Air terkait rencana melantai di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO.

"Terkait berita mengenai rencana IPO para unicorn, dapat saya sampaikan bahwa BEI intensif berkomunikasi mengenai peluang pendanaan melalui pasar modal Indonesia dengan beberapa perusahaan unicorn di Indonesia," ujar Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna.

Nyoman menuturkan terkait kapan perusahaan unicorn akan melakukan IPO, hal tersebut berdasarkan kesiapan masing–masing internal perusahaan dalam memenuhi persyaratan IPO, termasuk kelengkapan dokumen saat disampaikan ke bursa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini