Diskon Pajak UMKM Beromzet di Bawah Rp50 Miliar Dicabut, Ini Alasannya

Antara, Jurnalis · Senin 05 Juli 2021 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 320 2435887 diskon-pajak-umkm-beromzet-di-bawah-rp50-miliar-dicabut-ini-alasannya-nAV79nBDPT.jpg UMKM (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengungkap faktor yang membuat pemerintah berencana mencabut insentif UMKM beromzet di bawah Rp50 miliar melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

“Penyesuaian untuk WP UMKM dengan omzet di bawah Rp50 miliar memang betul dalam Pasal 31E,” katanya dalam Rapat bersama Panja Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.

Faktor pertama adalah insentif diberikan saat penerapan tarif tunggal Pajak Penghasilan (PPh) badan sebesar 28%, sedangkan pada 2022 tarif PPh badan akan turun menjadi 20%.

Baca Juga: Tutup Pukul 20.00, Ini Syarat UMKM Beroperasi Selama PPKM Darurat

“Sehingga pengaturan tersebut tidak relevan lagi,” ujarnya.

Faktor kedua adalah telah ada implementasi tarif PPh final UMKM dengan omzet sampai Rp4,8 miliar sebesar 0,5%. Faktor ketiga adalah adanya keperluan untuk menyederhanakan struktur tarif PPh badan demi mewujudkan keadilan.

Baca Juga: Akhirnya! BLT UMKM Rp1,2 Juta Cair untuk 3 Juta Pelaku Usaha

Suryo menjelaskan dalam pengaturan Pasal 31E Undang-Undang PPh yang ada saat ini WP badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp50 miliar mendapat fasilitas pengurangan tarif 50%.

Pengurangan tersebut dari tarif Pasal 17 atas bagian Penghasilan Kena Pajak (PKP) dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp4,8 miliar.

“Oleh karena itu kami usulkan ketentuan pasal itu agar bisa dihapuskan," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini