Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PPKM Darurat Butuh Dana Tambahan Rp225,4 Triliun

Rina Anggraeni , Jurnalis-Senin, 05 Juli 2021 |21:50 WIB
PPKM Darurat Butuh Dana Tambahan Rp225,4 Triliun
Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan PPKM darurat membutuhkan anggaran tambahan Rp225,4 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Baca Juga: Luhut Berikan Waktu hingga 7 Juli untuk Kapolda-Pangdam Jaya Tertibkan Penimbun Obat

Rinciannya, alokasi tambahan anggaran untuk penanganan kesehatan Rp120,72 triliun, program prioritas Rp10,89 triliun, perlindungan sosial Rp28,7 triliun, insentif usaha Rp15,1 triliun, dan UMKM Rp50,04 triliun.

"Terkait dengan dana PPKM Darurat ini memang ada usulan tambahan yang besarnya sebesar Rp225,4 triliun," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).

Baca Juga: IHSG Melemah saat PPKM Darurat, Investor Harus Apa?

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan di sektor kesehatan akan diperlukan tambahan untuk perawatan. Kebutuhannya diperkirakan mencapai Rp40 triliun.

"Dan tambahan perawatan ini juga termasuk ada beberapa untuk memenuhi kurang bayar dari tahun 2020. Yang kalau kurang bayar 2020 itu diperlukan review dari BPKP dan sekarang sedang berjalan secara maraton. Namun kemudian nanti di anggaran kesehatan yang 2021, semua yang dibutuhkan untuk perawatan kesehatan Covid-19 akan kita cukupi," paparnya.

Sedangkan, untuk obat, insentif tenaga kesehatan juga akan ada peningkatan sekitar Rp9,15 triliun.

"Vaksinasi juga akan terus kita lakukan dan kita membeli pengadaan vaksin maupun distribusi, dan tadi di dalam keterangan saya juga nanti akan dikomplemenkan, dikombinasikan dengan anggaran dari pemerintah daerah yang memang untuk dukungan vaksinasi," tandasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement