PPKM Darurat, Pengusaha Mal Rugi Miliaran hingga PHK 50% Pekerja

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 06 Juli 2021 09:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 320 2436140 ppkm-darurat-pengusaha-mal-rugi-miliaran-hingga-phk-50-pekerja-qbeVdZmLtB.jpg Mal Tutup Selama PPKM Darurat. (Foto: Okezone.com/Avirista)

MALANG - Pemberlakuan PPKM Darurat membuat pelaku usaha pusat perbelanjaan atau mal menjerit. Pasalnya, selama PPKM Darurat mal harus tutup dan hanya supermarket, gerai makanan dan apotek yang boleh buka dengan syarat.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya Suwanto mengatakan, hingga PPKM Darurat di hari keempat, sudah miliaran Rupiah kerugian yang diderita para pelaku pengelola pusat perbelanjaan. Hal ini belum termasuk estimasi kerugian yang sebelumnya terjadi selama masa PSBB tahun lalu yang belum terbayarkan lunas.

Baca Juga: PPKM Darurat, Warung dan Restoran Boleh Buka tapi Tidak Makan di Tempat

"Saya enggak ngitung kalau pasti miliaran lah kalau kami hitung, kayak omzet Hypermart turun drastis, Hypermart seharinya, sudah ratusan juta. Belum matahari ratusan juta per hari, belum tenant kecil, KFC, pasti secara mengalami penurunan kan nggak boleh dine in, tapi secara spesifik belum ngitung, tapi ittu pasti dampaknya bagi kami," ujar Suwanto saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Selasa (6/7/2021).

Suwanto menambahkan, ada beberapa tenant yang juga mengalami gagal bayar dan menunggak utang imbas menurunnya omzet penjualan. Hal ini yang juga berpengaruh terhadap dinamika perekonomian mal di Malang raya

"Uang kami yang nyantol di beberapa tenant puluhan miliar, mau ketagih gimana kondisinya seperti ini, kami mengerti, yang penting operasional sama - smaa jalan. Tapi begitu dihajar PPKM ya income darimana, dulu income tenant belum pada bayar juga," ujarnya.

Baca Juga: 43 Kota di Luar Jawa dan Bali PPKM Diperketat, Mal Boleh Buka

Menyiasati kerugian yang lebih besar, pihaknya memutuskan untuk melakukan efisiensi beberapa beban pengeluaran, salah satunya pemutusan hubungan kerja (PHK) setidaknya 50 persen dari jumlah yang ada saat ini.

"Efisiensi karyawan hampir 50% karyawan. Awal - awal PSBB sudah 50% efisiensi merumahkan beberapa karyawan, sekarang belum kami kemarin lagi seperti dulu, perhitungan kami masih belum selesai on target, datang lagi, otomatis kami pangkas lagi 50%," tuturnya.

Selain melakukan pemutusan hubungan kerja kepada para pekerja, pihaknya juga terpaksa memotong gaji seluruh pekerja yang ada di pusat - pusat perbelanjaan di Malang raya.

"Sekarang ini kita potong gaji karyawan semua mau nggak mau, senang tidak senang supaya tidak terjadi PHK. Sistemnya kami nggak bisa gaji full, salah satunya sistem ya itu seminggu masuk, seminggu libur, kalau nggak gitu kami nggak kuat," bebernya.

Sementara itu Mall Director Matos Fifi Trisjanti mengakui bila penutupan mal selama PPKM darurat berimbas pada perekonomian yang signifikan. Apalagi ia kerap dikeluhkan para tenant terkait nasib proses pembayaran sewa.

Namun dirinya meminta para tenant pun legowo, ia juga meminta masyarakat agar bisa mengikuti aturan pemerintah untuk berdiam diri di rumah selama PPKM darurat diberlakukan.

"Tenant sudah ngerti semua, nurut dari dulu. Meskipun mereka sedih, ya mau ga mau. Kalau ingin perekonomian cepat pulih, coba ya kira-kira Jawa Bali nurut semua, Jawa Bali sepi 2 minggu, akan selesai, tapi saya nggak yakin, pasti ada yang nurut, dan yang nggak, yang nggak ini yang nyebarkan covid nggak selesai - selesai. Nurut saja lah," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini