Investor China hingga AS Minat Investasi Kripto di Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 06 Juli 2021 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 320 2436375 investor-china-hingga-as-minat-investasi-kripto-di-indonesia-o18VkLiObq.png Investor Minat Investasi Kripto di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga melakukan pertemuan virtual dengan para pengusaha Tiongkok yang berminat terhadap kegiatan kripto di Indonesia. Dia menegaskan bahwa Indonesia terbuka namun tetap selektif terhadap kegiatan usaha di sektor kripto.

Terbuka, kata Jerry, bahwa Indonesia membuka kesempatan bagi investor manapun untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk investor Tiongkok. Jerry mengatakan sudah ada banyak investor baik dari Taiwan, Korea, Amerika Serikat dan negara lain yang punya minat yang sama.

Pada dasarnya, asal memenuhi kewajiban-kewajiban serta patuh terhadap sistem hukum di Indonesia, semua investor diterima.

Baca Juga: Perusahaan dan Pelaku Kripto Wajib Penuhi Aturan Perdagangan RI

“Silakan semua masuk, tetapi ada batasan-batasan regulasi, kerangka ekonomi, keuangan dan lain-lain yang harus dipenuhi. Investor harus memahami dan ikut batasan-batasan tersebut,” kata Jerry, dalam keterangannya, Selasa (6/7/2021).

Kemudian untuk selektif, dirinya menjelaskan bahwa ada banyak pertimbangan yang diberikan dalam rangka mengembangkan bisnis kripto, antara lain kepentingan nasional sendiri, perlindungan pelanggan dan juga kepentingan pelaku industri kripto itu sendiri.

“Jadi pertimbangan kami komprehensif. Itu berlaku bukan hanya terhadap investor tetapi juga terhadap jenis kripto dan produk-produk pengembangannya,” tandas Jerry.

Baca Juga: Susul El Salvador, Paraguay Pertimbangkan Legalkan Bitcoin

Beberapa waktu yang lalu, sekitar 10 investor kripto China menghubungi Wamendag untuk menanyakan seputar aturan kegiatan kripto di Indonesia. Acara dilakukan secara virtual dan difasilitasi oleh Asia International Finance Holding ltd.

Dalam acara tersebut para investor menanyakan beberapa hal mendasar mengenai sikap Pemerintah Indonesia terhadap industri sektor kripto, arah regulasi dan arah pengembangan institusi kript.

Menurut Wamendag, kripto adalah bidang yang terus berkembang dan tidak mungkin dihindari. Baginya, kripto adalah wujud dari transformasi ekonomi dan industri yang merupakan dampak dari perkembangan teknologi. Karena itu, negara harus tanggap mengenali dan mengakomodasi perubahan ini. Ini untuk menghindari sikap ekstrem seperti sangat tertutup atau bahkan sangat terbuka.

“Harus proporsional sikap kita. Kita lihat bagaimana dampak positif dan bagaimana pula potensi dampak negatifnya. Semua perlu ditimbang dan dirumuskanm,” ujarnya. .

Saat ini kerangka institusi dan regulasi kripto tengah serius dibicarakan. Sebagai komoditas, aset kripto akan diatur dan diawasi oleh Bappebti di Kemendag sebagai focal point. Meskipun demikian, karena industri ini berkaitan juga dengan sektor lain seperti industri keuangan hingga kepentingan moneter nasional maka Bappebti berkoordinasi dan meminta masukan juga dari OJK, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Hal ini dilakukan dalam kaitannya dengan pembukaan bursa maupun pengaturan yang lain.

“Bappebti merupakan focal point, tetapi kami ingin memastikan bahwa kepentingan nasional terakomodasi secara optimal dalam hal ini. Itulah sebabnya kordinasi, komunikasi dan kolaborasi antar kementerian dan lembaga sangat penting dalam hal ini,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini