Saham DCII Masih Digembok, Begini Penjelasan BEI

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 278 2436949 saham-dcii-masih-digembok-begini-penjelasan-bei-t5n5KCGTy9.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) masih disuspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). DCII disuspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sejak sesi I perdagangan 17 Juni 2021 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian S. Manullang menjelaskan alasan pihaknya masih melakukan suspensi terhadap emiten yang bergerak di bidang pusat data (data center) tersebut.

Baca Juga: Saham Disuspensi BEI karena Naik 14.000%, Begini Penjelasan DCII

"Saham DCII mengalami volatilitas harga terus menerus. Atas kondisi ini, kami sedang melakukan pemeriksaan atas transaksi saham DCII," ujar Kristian dalam keterangan tertulis, Rabu (7/7/2021).

Terkait pemeriksaan yang dilakukan BEI terhadap saham DCII, Kristian menuturkan pihaknya ingin memastikan ada atau tidaknya indikasi manipulasi transaksi.

Baca Juga: Ada Masalah Keberlangsungan Bisnis, Kondisi Garuda Indonesia Sudah Sangat Buruk

"Tujuannya pemeriksaan ini untuk memastikan ada tidaknya indikasi manipulasi transaksi," kata dia.

Sebelumnya, dikabarkan harga saham DCII mengalami kenaikan signifikan sejak melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 6 Januari 2021. Saat IPO saham DCII ditawarkan di harga Rp420 per lembar saham dan saat ini telah menyentuh angka Rp59.000 per lembar saham atau meningkat sebanyak 14.000%

Dalam surat menjawab permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia, Corporate Secretary DCI Indonesia, Gregorius Nicholas Suharsono mengatakan, pihaknya tidak memiliki komentar khusus terkait kenaikan signifikan harga saham Perseroan per 16 Juni 2021 yang menyentuh level Rp59.000 per lembar saham.

"Mengingat naik dan turunnya harga saham Perseroan bergantung pada mekanisme pasar dan persepsi pasar atas kinerja dan potensi masa depan Perseroan," ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (30/6/2021).

Mengenai penetapan harga IPO sebesar Rp420 per lembar saham, dia menjelaskan bahwa penetapan harga saham berdasarkan metode valuasi perusahaan pada umumnya, yaitu berdasarkan nilai buku dan pendapatan Perseroan, dimana berdasarkan laporan keuangan audited DCII per 31 Agustus 2030, ekuitas sebesar Rp646 miliar dan pendapatan sebesar Rp105 miliar.

"Dengan harga IPO sebesar Rp420/saham, nilai PBV sebesar 1,55x dan PER 8,09x dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp1 triliun. Penentuan harga tersebut dengan pertimbangan bahwa penawaran ini adalah penawaran perdana dan belum ada perusahaan dengan industri sejenis yang telah diperdagangkan di Bursa," kata dia.

Nicholas juga menjelaskan bahwa pada saat harga saham DCII mengalami peningkatan di Januari-Februari 2021, Perseroan sempat melakukan observasi atas pergerakan saham Perseroan berdasarkan data dari Daftar Pemegang Saham (DPS) harian Perseroan.

"Dari observasi tersebut, Perseroan tidak dapat menyimpulkan apakah pergerakan tersebut berada di dalam batas normal atau tidak," ucapnya.

Perseroan juga menjawab mengenai pertanyaan kerja sama proyek H2 dengan salah satu pengusaha ternama, Anthoni Salim yang juga merupakan pemegang saham DCII sebanyak 11,12% atau 265.033.461 lembar saham.

"Ide dan rencana kerja sama dengan Bapak Anthoni Salim muncul pada sekitar awal tahun 2021. Selain proyek H2, saat ini Perseroan belum memiliki rencana kerja sama lain dengan Bapak Anthoni Salim," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini